• Dua Mahasiswa Tewas, Ketua BEM UHO : Kami akan Menggalang Kekuatan yang Lebih Besar !

image_title
Ket: Ketua BEM UHO, Maco
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Ketua Badan eksekutif Mahasiswa Universitas Haluelo (BEM UHO), Maco merilis data mahasiswa korban diduga represif oknum polisi mengakibatkan 2 korban meninggal dunia dan 67 luka berat hingga sesak nafas saat aksi demonstrasi penolakan RUU KUHP dan Revisi UU KPK terjadi dibeberapa tempat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (26/9/2019).

    "Berdasarkan data Korban yang KSR PMI UNIT UNIVERSITAS HALU OLEO tangani sampai saat ini kurang lebih 67 orang yang diantaranya yaitu : 2 org luka berat,3 org bocor bagian kepala, 1 org patah lengan bagian bawah,3 orang pingsan,1 org cedera lengan kiri, 1 org cedera bagian dada kiri,21 orang sesak nafas dan 35 orang luka ringan pada bagian wajah, kaki dan tangan. Selebihnya penanganan terhadap korban gas air mata" ujar  Maco Via Whatsapp pribadi kepada Bumisultra.Com, Jumat (27/9/2019).

    Adapun identitas 2 korban meninggal telah disemayamkan dirumah duka atas nama Muhammad Randi (21) salah satu Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurusan Budi Daya Perikanan UHO, dinyatakan meninggal diperjalanan saat dilarikan di RS Korem Haluoleo

    Sehari usai kematian Randi aktivis IMM dengan luka tembak didada sebelah kanan turut pula diikuti Muhammad Yusuf Kardawi (19). Mahasiswa Program Pendidikan Vokasi jurusan D3 Teknik Sipil UHO tersebut divonis meninggal sekitar pukul 04.57 Wita, Jumat(27/9) dini hari usai menjalani operasi karena luka berat dikepala di RS.Bahteramas Kota Kendari.

    "Kami atas nama Keluarga Besar Mahasiswa UHO mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya saudara seperjuangan kami kepada dua orang Mahasiswa UHO atas , semoga amal ibadah mereka diterima dan ditempatkan disisi allah s.w.t. Aamin" ucapnya.

    Kata dia, keluarga besar Mahasiswa UHO mengecam oknum kepolisian Polda Sultra atas tindakan represif saat mengawal dan melakukan penanganan aksi demonstrasi Mahasiswa terlebih diduga menggunakan senjata api hingga mengakibatkan korban Mahasiswa berjatuhan.

    "Saat gas air mata kehabisan maka pihak kepolisian menggunakan senjata peluru timah untuk membubarkan massa aksi kami Keluarga Besar Mahasiswa UHO akan mengawal dan mempresur kasus ini sampai pelaku penembakan di adili sesuai dengan hukum yang berlaku" tegasnya.

    "Sangat kecewa dan mengecam pernyataan KAPOLRI yang mengatakan tidak ada korban meninggal hanya pingsan saja dikutil dari merdeka.com serta pernyataan. KAPOLDA SULTRA yang mengatakan tidak membekali para anggotanya dengan senjata berpeluru timah panas, Keluarga Besar Mahasiswa UHO tidak akan diam dengan kejadian ini kami akan menggalang kekuatan yang lebih besar lagi dan tetap pada tuntutan awal kami,'' sambungnya.

    Lewat tuntutan yang disampaikan sebanyak 8 Point, ia mengaku atas insiden korban Mahasiswa UHO akan ditambah dengan tuntutan pencopotan Kapolri ,kapolda Sulta serta Kapolres Kota Kendari selain meminta seluruh elemen gerakan khususnya Mahasiswa diseluruh Indonesia agar menggelar aksi solidaritas.

    "Tolak dan cabut Revisi UU KPK dan UU SDA,tolak RUU KUHP, tolak RUU Pertambangan Minerba, tolak RUU Kemasyarakatan ,tolak RUU Pertanahan,tolak RUU Kentenagakerjaan,tolak kenaikan iuran BPJS, mendesak pengesahan RUU PKS dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan Copot ketiga petinggi Polri,Polda Sultra dan Polres Kota Kendari. (**)


    Penulis | La Ilu Mane












VIDEO