• Duka Mendalam Keluarga Korban Almarhum Randi dan Minta Pelaku Dihukum!

image_title
Ket: Almarhum Randi semasa hidup
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Jenazah almarhum Randi, korban aksi demonstran di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menolak rencana pengesahan RKUHP kini tiba di rumah duka di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna pada pukul 9 pagi, Jumat (27/9/2019).

    Isak tangis keluarga korban tidak terbendung, saat tubuh almarhum Randi yang di  pulangkan lewat penyebrangan laut Lainea tiba sudah terbujur kaku.

    Almarhum Randi dimata keluarga dan masyarakat merupakan sosok pria yang penurut. Bahkan ia juga disebut sebut memiliki jiwa sosial. Bukan hanya itu, Randi juga ternyata merupakan ketua organisasi Hipmala (Himpunan pelajar mahasiswa desa Lakarinta).

    Anak dari pasangan La Sali (50) dan Nasria (43) itu merupakan satu- satunya laki laki dari lima bersaudara yang tidak lama lagi akan melanjutkan studinya pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universita Haluoleo.

    Namun Tuhan berkehendak lain, pria yang juga merupakan kader PMII, dan IMM itu harus menghembuskan nafas terterakhir disela- sela demosntrasi memperjuangakn aspirasi rakyat di halaman kantor DPRD Provinsi Sultra, Kamis (26/9/2019).

    Menurut cerita Keluarga Korban La Hamuri, almarhum merupakan sosok yang penurut dan suka bergaul. Ia juga dimata keluarga sangat patuh. Apalagi Randi merupakan anak satu satunya laki laki dari lima bersaudara.

    "Awalnya kami tidak yakin kalau mahasiswa yang meninggal karena demo adalah dia. padahal sebelumnya kita masih sering komunikasi." cerita La Hamuri dengan nada sedih.

    Lanjut Hamuri, Almarhum juga sempat bekerja di Bandara sembari kuliah. Hasil dari gajinya itu, ia tabung untuk melanjutkan studinya pada kuliah kerja nyata. karena saat ini Randi sudah memasuki semester 7.

    "Itu kita dengar dari temannya di Kendari, bahwa Randi kerja dibandara untuk menabung bayar uang persiapan KKN." Katanya

    Keluarga korban juga meminta agar para pelaku secepat mungkin diusut dan diadili seadil -adilnya.(*)


    Penulis | Ali Rasyid S








VIDEO