• Petani Mubar akan Mendapat Bantuan Bibit Jambu Mete dan Kelapa

image_title
Ket: Kepala Dinas Pertanian Muna Barat, M Jono
  • Share

    BUMISULTRA

    MUBAR--Bantuan bibit jambu mete dan kelapa melalui Dinas Pertanian Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan diberikan kepada petani melalui kelompok tani.

    Wilayah yang mendapat bibit tersebut yakni Daerah Lawa Raya dan Tiworo Raya, dengan pembagian yaitu bibit jambu mete untuk lahan perkebunan seluas 250 Hektar, dan bibit kelapa untuk lahan 300 Hektar.

    Kepala Dinas Pertanian Mubar N Jono mengatakan, data kelompok tani yang akan mendapat bantuan benih berdasarkan kelompok hamparan yang telah diverifikasi di lapangan, dalam hal ini Calon Petani Calon Lahan (CPCL), sehingga bantuan ini benar tepat sasaran dan tujuan pemerintah tercapai.

    “Diutamakan kelompok yang mendapat bantuan, memang betul-betuh mau menanam dan ada lahannya di dalam kelompok tersebut,” ungkapnya, Kamis (11/6/2019).

    Lanjutnya, bila ada petani yang tidak mendapatkan benih di desanya, diharapkan agar petani tersebut berkoordinasi dengan ketua kelompok masing-masing.

    “Pendataan petani penerima bibit kita, melibatkan ketua kelompok tani, dan PPL. Mereka lebih tahu kondisinya di lapangan ” kata mantan Kabid Dinas Perkebunan Kabupaten Muna.

    Menurut Jono pembudidayaan jambu mete dan kelapa sangatlah cocok di Mubar, sehingga Dinas Pertanian tidak mau menerima benih yang tidak cocok untuk di tanam di perkebunan Mubar.

    “Untuk apa kita terima bantuan kalau tidak cocok dengan daerah kita dan tidak diharapkan oleh petani kita, sehingga pada akhirnya petani rugi dan terkesan ada unsur pemaksaan pada petani kita,” tegasnya.

    Jono juga berharap agar para petani betul-betul memanfaatkan bantuan pemerintah tersebut, dan tidak di perbolehkan bagi petani untuk memperjual belikan benih yang akan di bagikan, di karenakan bantuan tersebut di lengkapi dengan saprodi nya.

    "Bibit ini sangat bagus jika petani menanam dan merawat sesuai anjuran waktu sosialisasi diterapkan maka dalam 4 tahun pasti sudah ada hasil nya." jelasnya.

    Selain itu Jono juga berharap agar semua petani harus berpikir jauh ke depan nya sehingga bisa menjadi aset nanti nya. ”Negeri ini tanahnya subur dan ini adalah titipan untuk anak cucu kita jadi sudah seharusnya dikelola dan dimanfaatkan dengan baik,” tutupnya. (*)


    Penulis | Almuizu








VIDEO