• Tim Sekretariat Kabinet RI dan Kementan Kunjungi Pilot Project Peremajaan Kakao di Koltim

image_title
Ket: Bupati Koltim.Drs. H. Tony Herbiansyah. M.si bersama Kasubdit tanaman penyegar Dirjen Bun Ir.Hendratmojo Bagus Hudoro di Lokasi Peremajaan Kakao Desa Tinete Koltim, Rabu (10/07/2019)
  • Share

    BUMISULTRA

    Tim Sekretariat Kabinet RI bersama Kementrian Pertanian melakukan kunjungan di lokasi Pilot Project peremajaan Kakao Di Desa Tinete Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra), Rabu (10/07/2019)

    Kunjungan Tim tersebut didampingi langsung Bupati Koltim Drs. H. Tony Herbiansyah M.si, usai melakukan pertemuan dengan pengurus Lembaga Ekonomi ((Lem) Sejahtera dan masyarakat di Kantor Desa Tinete, dilanjutkan peninjauan di lokasi penggemukan sapi di Tinete untuk bio gas, peninjauan lokasi peremajaan kakao serta tim bersama bupati melihat langsung koperasi Lem sejahtera di Desa Wonuambuteo.

    Kasubdit tanaman penyegar Dirjen. Ir. Hendratmojo Bagus Hudoro Msc mengatakan, tujuan kunjungan ini untuk mengetahui sejauh mana progres perkembangan koorporasi petani kakao di Koltim, ini sesuai arahan presiden Jokowi untuk mewujudkan kesejahteraan petani harus melalui suatu kelembagaan kooperasi, ungkapnya di hadapan pengurus Lem dan petani.

    Dikatakan, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana kondisi perkembangan kakao, apa masalahnya dan solusi di lapangan karena kegiatan ini di pantau langsung pemerintah pusat. Sehingga mentri pertanian mengeluarkan suatu keputusan menteri Nomor 18/2018 di mana perkebunan menitik beratkan dua komoditi unggulan yakni pertama Kakao Koltim di tunjuk menjadi pilot project, kedua kopi di tanah toraja di Sulawesi Selatan.

    "Dua komoditi menurut penglihatan kami perlu di perhatikan, kakao 100 persen di kelola rakyat, kalau ini bisa di angkat, kesejahteraan koorporasi oleh petani dapat di tingkatkan di masyarakat, '' urainya.

    Gambar : Tony Herbiansyah bersama staf ahli mentri pertanian bidang bio industri.Ir. Bambamg MM saat mengunjungi penggemukan ternak sapi untuk bio gas di desa tinete

    Dan perlu diketahui bahwa Lembaga ekonomi masyarakat (Lem) adalah pelaku utama pilot project pengembangan Kakao di Koltim, apalagi hampir semua masyarakat di Koltim masuk dalam kelembagaan Lem.

    Sementara itu Bupati Koltim Drs. H. Tony Herbiansyah, M.si menuturkan tahun kemarin mereka  dapat bantuan dari APBN untuk peremajaan Kakao seluas 550 ha, sehingga pihak kementrian hari ini berkunjung untuk melihat langsung progresnya terkait penanaman ini.

    "Selain progres penanaman Kakao, juga mereka ingin mengetahui progres lainya termasuk keberadaan Lem Sejahtera apakah sudah mandiri atau bagaimana, dan pengurus LEM sudah melaporkan bahwa mereka sudah menunjukan progres mereka" katanya.

    Dimana katanya untuk  mengumpulkan per KK 1 juta itu yang perlu kita apresiasi, dan 235 KK itu mereka kumpul dana sebesar 235 juta dan saat ini LEM sudah mempunyai aset milyar artinya dengan modal 235 juta mereka sudah mempunyai aset 1 M artinya LEM tu sudah mandiri.

    ''Terkait penyakit Kakao yang selama ini melanda petani bahwa usia kakao kita selama ini usianya 20 tahun lebih dan wajar kalau di serang hama, langkah saat ini yang kami ambil adalah melakukan peremajaan," tandasnya.

    Gambar : Kadis Kominfo I nyoman Abdi serta Kadis perkebunan sawal sarifuddin saat menjemput Tim sekretariat Kabinet dan kementan di Tinete

    "Kami juga membantu baik dari APBD maupun APBN, untuk sambung pucuk maupun sambung samping. Nah total anggaran untuk peremajaan ini sebesar 6 Milyar untuk 550 ha guna peremajaan Kakao termasuk pembibitan, pupuk dan pembersihan lokasi"  kata orang nomor satu Koltim ini.

    Terkait harga Kakao yang mengalami naik turun di pasaran, tony mengatakan harga itu permintaan pasar dan sekarang harga Kakao sudah mencapai 30 ribu per kilo yang tadinya 20 ribu per kilo, nah olehnya itu Lem ini di bentuk untuk menjadi kooporasi sehingga modal - modal yang mereka kumpulkan, dapat di kelola secara mandiri dan kuat sehingga mampu melawan para tengkulak - tengkulak yang memainkan harga. Kita berusaha agar LEM ini bisa eksis sehingga dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

    Selain Kasubdit tanaman penyegar Dirjen Bun turut juga kepala bidang pertanian deputi bidang perekonomian sekretariat Kabinet (Puji W Rahmawati SE. S.TP), Staf ahli mentri pertanian bidang bio industri Ir. Bambang MM, para asisten dan staf ahli Lingkup Pemda Koltim. (*)


    Penulis | Irwandar





VIDEO