• FPIK UMK dan RARE Indonesia Kenalkan Aplikasi Fastfield

image_title
Ket: Pelatihan metode pengambilan data urvei rumah tangga (Household Socio-Economy-Behavioral Survey) menggunakan aplikasi Fastfield oleh RARE Indonesia di UMK. Foto : Humas UMK
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) bekerja sama dengan RARE Indonesia melaksanakan pelatihan metode pengambilan data survei rumah tangga (Household Socio-Economy-Behavioral Survey) menggunakan aplikasi Fastfield, kegiatan ini berlangsung di Gedung Islamic Center UMK, Kamis (4/7/19).

    "Kami sangat mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan oleh RARE Indonesia. Aplikasi Fastfield dapat membantu pengumpulan data sosial," ungkap Dekan FPIK UMK, Fajriah.

    Dia menambahkan, hal ini pula menjadi jembatan bagi peserta pelatihan untuk memahami perikanan lokal, ketahanan terhadap guncangan ekonomi, pengetahuan tentang peraturan perikanan, sikap terhadap pengelolaan perikanan, partisipasi dalam manajemen perikanan, dan persepsi tentang efektivitas pendekatan manajemen saat ini.

    Pada kegiatan ini RARE Indonesia menghadirkan pematerinya yakni, Haris Setiawan, Tarlan, dan Ahmad Isa Ansyori yang membawakan materi pengenalan aplikasi Fastfied.

    Dalam pemaparannya Ahmad, menjelaskan, aplikasi ini dapat diakses melalui ponsel atau website, ditujukan untuk mempercepat proses survei, data yang dikumpulkan dan diproses akan terhubung langsung dengan sistem penilaian kerentanan perubahan iklim, pelaporan pemantauan dan evaluasi.

    "Survei rumah tangga akan kami lakukan pada awal dan akhir iterasi tiga tahunan program kami, jika  memungkinkan, survei juga akan dilakukan di seluruh wilayah yang ditargetkan serta area yang tidak ditargetkan  untuk membangun kontrol yang dapat digunakan untuk mengukur dampak program," terang Ahmad.

    Turut hadir dalam kegiatan kali ini mahasiswa FPIK, dan dosen UMK. (**)


    Penulis | Septiana








VIDEO