• Tingkatkan Kemampuan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum 2013

image_title
Ket: Pelatihan guru
  • Share

    BUMISULTRA

    MUBAR--Dinas pendidikan kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menggelar kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, yang dilaksanakn selama dua hari  27- 29 Mei 2019  di Gedung Aula Koni Mubar.

    Peserta kegiatan tersebut dihadiri oleh 132 guru, dengan perincian tingkatan yaitu 96 guru SD dan 36 guru SMP, serta anggaran kegiatan tersebut bersumber dari DPA dinas pendidikan tahun 2019 dan dana bos masing-masing sekolah dalam hal penganggaran transportasi dan biaya aplikasi oleh masing-masing peserta workshop, serta menerapkan strategi pemaparan dan simulatif.

    Hasil yang di harapkan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan kemampuan guru dalam mengelolah pembelajaran yang efektif, produktif dan terarah dalam rangka peningkatan profesional guru secara berkelanjutan dan mampu menyusun perangkat penilaian yang berfariatif dalam penerapan kurikulum 2013, serta berharap tumbuh dan meningkat nya kemampuan, minat, inovasi dan kreatifitas untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja profesional nya, serta meningkat nya kemampuan dalam mengelolah pembelajaran yang terarah dan profesionalisme yang berkelanjutan.

    Dinas pendidikan Kabupaten Mubar melalui Kepala bidan pendidikan dasar La Umbas mengatakan Hal yang paling berat dan sering di keluhkan oleh para guru adalah perbedaan midset mengenai penilaian hasil belajar, selama ini guru hanya memberikan penilaian secara numerik yang berpatokan pada hasil-hasil ulangan siswa, sementara pada sistem kerikulum 2013 guru harus memberikan penilaian secara kualitatif atau deskriptif.

    "Berdasarkan observasi lapangan, masih banyak guru yang tampak mengalami kesulitan dalam implementasi kurikulum 2013, khusus nya dalam bidang penilaian di tingkat kelas, dan minim nya porsi penilaian di kelas pada pembekalan kurikulum 2013, serta sebagian guru sudah terbiasa dalam melakukan penilaian pada aspek pengetahuan, namun kurang terbiasa dalam menerapkan penilaian pada aspek sikap dan keterampilan, selain itu masih kurang nya perhatian dan tuntutan agar guru menerapkan berbagai teknik dalam penilaian."  jelasnya.

    La Umbas juga mengatakan guru lebih banyak menilai peserta didik nya dengan menggunakan tes baik pilihan ganda maupun uraian terstruktur atau esai, hal ini pula yang menjadi salah satu sorotan mengapa lebih banyak guru menggunakan pendekatan secara ilmia (penilaian tradisional) dari pada penilaian otentik. Oleh nya itu ujung tombak kurikulum adalah guru dengan menggunakan teori EMAS (Educator, Motifator, Administator, Supervisor).

    "Dengan menemukan kesulitan guru tersebut, kami dinas pendidikan berinisiatif memfasilitasi mengadakan kegiatan ini untuk memberi solusi supaya ada keseragaman, patron acuan atau model penilaian, namun pelatihan tersebut tidak hanya mengenai sistem penilaian, tapi juga seluruh sistem yang berlaku pada kurikulum 2013."  pungkasnya.

    Seorang guru yang terbaik akan mendidik dan mengajar dari hati, bukan hanya dari buku. Dan sikap seorang gurulah seorang murid akan belajar

    orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan orang-orang hebat. (*)


    Penulis | Almuizu








  • VIDEO


    Fokus