• Pemda dan PKK Konsel Kaji Banding di Solo, Wujudkan Kota Layak Anak

image_title
Ket: Sekda Konsel Sjarif Sajang
  • Share

    BUMISULTRA

    KONSEL--Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sebagai Kota Layak Anak (KLA), Pemerintah Daerah dan Tim Penggerak PKK Konsel melaksanakan Kaji Banding di Pemerintah Kota Surakarta - Solo Provinsi Jawa Tengah.

    Rombongan Kaji Banding asal Konsel ini dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. Drs. H. Sjarif Sajang, M.Si bersama Ketua TP-PKK, Hj. Nurlin Surunuddin, SH yang di terima langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Surakarta, Drs. Widdi Srihanto. MM. Rabu (15/5/2019).

    Turut dalam rombongan yang diterima di Aula Rapat Kantor Walikota Solo, Ketua DWP Konsel, Hj. Ariyati Sjarif, SKM, Kadis P3A, Dra. Hj. Yuliana, MM Kadis Dukcapil, Nurlita Jaya, S.Sos, beserta jajarannya dan Kabag Humas Setda, Muh Taufik Amin Lar. AP., M.Si.

    "Selamat datang Tim Kaji Banding Konsel, kami ucapkan terima kasih atas kedatangan dan kepercayaannya dengan memilih kota Solo sebagai tujuan study Kota Layak Anak (KLA), yang tentunya kami siap memberikan informasi dan edukasi terkait hal tersebut agar dapat di implementasikan di daerah asal," kata Kadis DP3APM Pemkot Surakarta, Widdi Srihanto mengawali sambutannya.

    Yang menurutnya telah tepat memilih daerahnya sebagai lokasi kaji banding, di karenakan Solo memiliki segudang prestasi baik tingkat Provinsi maupun Nasional, termasuk telah ditetapkannya sebagai Kota percontohan KLA secara Nasional oleh Presiden RI melalui Kemen - PPA dan diakui dunia internasional.

    "Solo dijadikan percontohan, karena telah meraih beberapa penghargaan diantaranya, KLA Utama Nasional pada Tahun 2017 dan 2018, Puskesmas Terbaik dalam pelayanan perempuan dan anak, Sekolah Ramah Anak Terbaik, Forum Pembina Anak Terkreatif dan Terinpiratif, dan penghargaan Inisiator Pembentukan Forum Pelayanan Terpadu Perempuan Anak Surakarta (PT PAS) yang mendapat kekerasan baik fisik, psikis maupun seksual Surakarta serta berbagai penghargaan lainnya," urai Widi.

    Program KLA ini, merupakan andalan Pemkot Surakarta yang disinergikan kepada setiap Instansi terkait dengan dukungan alokasi anggaran hingga ketingkat Kecamatan dan Kelurahan, jelas Widdi, dimana Dinas DP3APM merupakan ujung tombak maju mundurnya pelaksanaan dengan membentuk gugus tugas program ini. Yang di bangun sejak Tahun 2004 dengan komitmen yang kuat dan berkesinambungan, salah satunya menyiapkan generasi penerus program/pemimpin yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Solo. "Jadi program ini bisa berjalan sukses, tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun melalui proses panjang dan dukungan penuh pemerintah bersama masyarakat," bebernya.

    Yang kami laksanakan untuk mewujudkan Solo sebagai KLA, yakni memenuhi 5 Kluster, dengan gencar melakukan sosialisasi diantaranya, melalui pendekatan kluster pendidikan di lingkungan keluarga, yang didalamnya memuat kluster hak sipil dan kebebasan, kluster kesehatan dan kesejahteraan dasar, dan kluster perlindungan khusus, serta kluster pengembangan partisipasi anak melalui pemamfaatan waktu luang dan termasuk kegiatan budaya.

    Sementara itu, Sekda Konsel, Sjarif Sajang dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kesediaan Pemkot Surakarta menerima rombongan kaji banding, dan berharap Pemkot Surakarta melalui DP3AM bersedia memberikan informasi dan data-data pendukung sebagai bahan sharing dan pembelajaran yang nantinya bisa di implementasikan di wilayah kerja Pemkab Konsel.

    "Kami hadir dalam rangka belajar dan menimba ilmu, sekaligus meminta data-data untuk dijadikan acuan saat pengaplikasian program KLA di Kabupaten Konsel, dari hasil kaji banding ini," terang Sjarif.

    Solo kami pilih sebagai lokasi kaji banding, ungkapnya, karena memiliki berbagai pengalaman dan telah meraih berbagai penghargaan dibidang KLA, yang mana ini juga salah satu program kerja kepemimpinan Bupati, Surunuddin Dangga dan Wakil, Arsalim Arifin dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat diantaranya melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

    Tentunya Konsel memiliki potensi untuk mewujudkan sebagai KLA tersebut, tandas Sjarif, olehnya itu kami berharap kerjasama dan sinergitas antara Pemkot Surakarta dan Pemkab Konsel dapat terus terjalin pasca kegiatan ini, sehingga kami bisa mengikuti jejak sukses dan dapat menciptakan Konsel yang layak anak, dengan mensosialisasikan serta melahirkan suatu strategi program kerangka pemenuhan hak perempuan dan hak-hak anak yang lingkungannya aman dan kondusif serta lebih baik, sehingga menjadikan anak dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal. (**)


    Penulis | Septiana




Berita Populer


VIDEO