• Pemda Konsel Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Rp 35 Ribu Per Orang

image_title
Ket: Wakil Bupati Konsel Arsalim saat memimpin rapat penetapan zakat dan jadwal safari ramadan
  • Share

    BUMISULTRA

    KONSEL--Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel) bersama Kemenag, Baznas dan MUI Konsel menggelar Rapat penetapan besaran Zakat dan Jadwal Safari Ramadhan, dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan 1440 H/ Tahun 2019 M, bertempat di Lantai 3 Auditorium Kantor Bupati, Senin (13/5/2019).

    Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Konsel, Dr. H. Arsalim Arifin, SE,.M.Si, di dampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. Drs. H. Sjarif Sajang, M.Si bersama Kasie Bimas Islam Kemenag Konsel, Abdul Hafid, dan Pimpinan Baznas, Samsul Bahri serta Ketua MUI, Ust. Samsul Huda.

    Kegiatan itu juga turut di hadiri para KUA Kecamatan, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Bagian, serta Camat se-Konsel.

    Dikesempatan tersebut, Wabup Konsel, Arsalim Arifin, menyampaikan bahwa ada 2 (dua) hal yg kita diskusikan hari ini, yakni besaran zakat sebagaimana tahun lalu kita laksnakaan, dan persiapan pelaksanaan safari ramadhan 1440 H/2019 M, yang bertujuan untuk memberikan kepastian nilai zakat fitrah yang wajib di bayarkan, dan dalam rangka peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepadaNYA, serta sebagai wadah silahturahmi antar Pemerintah dan Masyarakat.

    Dan dalam dialog bersama seluruh peserta yang hadir dengan mendengar paparan Disperindag dan Dinas Ketahanan Pangan serta pihak Baznas dan MUI, terkait syarat dan harga pasaran jenis beras yang dikonsumsi mayoritas masyarakat Konsel. Maka ditarik kesimpulan bahwa harga beras jenis Super dan Medium bekisar dari harga 8.000 - 11.000/liter.

    Berangkat dari hal itu, rapat yang cukup menyita waktu tersebut karena di warnai saling interupsi, akhirnya Wabup Konsel, Arsalim Arifin dan sesuai kesepakatan bersama seluruh peserta rapat maka diputuskan bahwa besaran Zakat Fitrah yang berlaku di wilayah Konsel Tahun 1440 H untuk jenis makanan pokok, Beras 2.5 kg atau 3.5 liter.

    "Jadi dari hasil kesepakatan kita semua dan setelah melihat harga pasaran, maka ditetapkan zakat Fitrah dibagi dalam 2 kategori jenis beras,  yakni, untuk masyarakat yang mengkonsumsi beras jenis Super, dan apabila diuangkan sebesar Rp. 35.000/jiwa, bagi jenis beras Medium senilai Rp. 30.000 atau jumlahnya masing-masing 3.5 liter," ungkap Arsalim.

    Jika di bandingkan Tahun lalu, besaran Zakat Tahun ini hanya naik Rp. 5.000, itupun dikarenakan adanya kenaikan harga atau Inflasi, jadi masyarakat diharapkan bisa memaklumi. Tuturnya, Malah teman2 OPD harus lebih tinggi besaran kewajiban pembayaran zakatnya untuk membantu meringankan beban warga yang membutuhkan.

    Sementara itu dalam laporannya, Pimpinan Baznas Konsel, Samsul Bahri mengatakan bahwa, berdasarkan hasil survey Kemenag bekerjasama dengan UHO, Sultra memiliki sumber potensi Zakat sebesar 2.7 Triliun, dan Konsel sebanyak 200 Milyar/Tahun dengan jumlah warga muslim sebanyak 240 ribu orang. Namun realisasi Zakat, Infaq dan sedekah masih jauh dari target, ini di karenakan masih rendahnya pemahaman umat tentang wajib Zakat, rendahnya kepercayaan terhadap pengelola zakat, subyek penerimaan zakat hanya menjurus kepada ASN, serta kurangnya sosialisasi.

    Olehnya itu, tandas Samsul, untuk meningkatkan jumlah penerimaan Zakat di Konsel, Baznas meluncurkan program GESIT dengan mendorong para santri dan 63 ribu siswa pada 394 Sekolah yang ada di Konsel, yang jika di asumsikan mereka berinfaq Rp. 1.000/minggu/siswa maka akan didapatkan 30 Juta/minggu. Tentu kesemua itu dapat terwujud jika didukung penuh seluruh stakeholder yang ada di Konsel yang mamfaatnya akan dikembalikan ke daerah ini juga.

    Usai penetapan besaran Zakat, rapat dilanjutkan dengan pembahasan mengenai jadwal Safari Ramadhan, Arsalim mengatakan bahwa seyogyanya safari dilaksanakan pada minggu pertama ramadhan, tetapi karena kesibukan Bupati dan sesuatu hal, maka dimulai pada minggu kedua puasa.

    "Karena tingkat kesibukan kerja pak Bupati yang menyita waktu, maka safari ramadhan di mulai pada 15 Mei - 29 Mei di 8 titik wilayah saja, yang caranya tidak sama dengan tahun lalu yang berpencar di beberapa Kecamatan, Tahun ini dalam sehari semua Tim fokus pada satu kecamatan saja," jelas Arsalim.

    Sistemnya selang seling, paparnya, hari ini safari, besoknya libur, dimulai di Kecamatan Lainea dan berakhir di Kecamatan Moramo Utara, dan kita selesaikan 7 hari sebelum Idul Fitri tiba, agar masing-masing ada waktu bagi keluarga atau sebagai persiapan menghadapi hari kemenangan.

    Untuk membantu mensukseskan hasil rapat ini dan agar segera diketahui khalayak ramai, pungkas Arsalim, saya perintahkan Camat untuk meneruskan ke Desa dan menginformasikan pada saat membawakan ceramah, juga menyampaikan program dan kinerja pemerintah yang akan dan telah kita laksanakan, sekaligus sebagai bentuk silahturahmi dan lebih mendekatkan diri ditengah-tengah masyarakat.

    Sekedar informasi agar diketahui bersama, adapun 8 titik wilayah safari yang di maksud diantaranya, Kecamatan Lainea, Kolono Timur, Ranomeeto Barat, Wolasi, Rujab Bupati, Baito, Basala, dan Moramo Utara. Dimana esoknya, seluruh Tim yang di pimpin Bupati bersama Wabup serta Sekda dan pimpinan OPD menggelar buka puasa bersama Komite Nasional Rakyat Palestina (KNPR) di Kecamatan Landono dan Mowila. (**)


    Penulis | Septiana



VIDEO