• Sejarah Peradaban di Wilayah Patowonua Kolut Bakal Dikaji

image_title
Ket: Acara seminar Pendahuluan tentang Kajian sejarah peradaban  Patawonua
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT   -  Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut),melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( BalitBangda ) kembali melakukan penelitian tentang kajian sejarah peradaban Patowonua dengan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari.

    Prof. Dr. H. Anwar Hafid mengatakan, sejarah peradaban Patowonua di Kolut perlu dikaji secara empiris. Sebab menurutnya, peradaban dimasa lampau memiliki nilai penting terutama bagi masyarakat. 

    "Jadi hasil peneltian ini nantinya dapat bermanfaat baik dari segi teoritis maupun praktis," kata Anwar Hafid, pada acara seminar Pendahuluan tentang Kajian sejarah peradaban  Patawonua  yang di Gelar Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) disalah satu hotel Lasusua, beberapa waktu lalu.

    Anwar Hafid menguraikan, pada dasarnya peradaban Patowonua ada dua yakni peradaban material dan peradaban nonmaterial. Berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2018 lalu, bahwa setiap kelompok masyarakat Patowonua ditemukan peradaban siklus hidup dan budaya material seperti wadah kubur (soronga) yang diindikasikan sebagai wadah penyimpanan tulang-belulang manusia, yang disertai dengan bekal kubur berupa manik-manik, uang, gelang perunggu serta keramik asing. 

    "Dan untuk nonmaterilnya berupa adat budaya dan agama," jelasnya. 

    Menurut dia Guru Besar UHO ini peradaban dapat diartikan sebagai kumpulan suatu identitas terluas dari semua hasil budidaya manusai yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia berupa fisik seperti bangunan, jalan ataupun non fisik seperti nilai-nilai tatanam, seni budaya maupun lPTEK yang diidentifikasi dari unsur obyektif umum, seperti bahasa, sejarah, agama, kebiasaan, institusi ataupun dengan identitikasi diri yang subyektif. 

    "Yang akan kita kaji nantinya bagaimana bentuk upacara daur hidup masyarakat di Wilayah Patowonua, peninggalan bentuk material dan nonmaterial serta jenis alat produksi," ujarnya. 

    Sementara kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kolut,  Masmur Lakahena mengapresiasi kegiatan seminar penelitian tersebut. 

    Menurut Masmur, dengan adanya penelitian seperti ini sebagai jalan agar masyarakat mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat Kolut pada jaman dulu serta situs-situs apa yang telah ditinggalkan. 

    "Jadi nantinya kita akan hadirkan buku tentang sejarah peradaban dihari jadi Kolut dan ini akan menjadi tradisi Kantor Balitbang," katanya. 

    Masmur menilai, dengan adanya buku tentang peradaban-peradaban Kolut nantinya masyarakat bakal mengetahui siapa tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh dalam perkembangan Kolut ini.  "Insya Allah, kita akan tuangkan semua hasil penelitian dalam bentuk buku,"tutupnya.(*)


    Penulis | Bahar





VIDEO