• Jenazah Sandera Abu Sayyaf Disambut Bupati Wakatobi dan Keluarga

image_title
Ket: Bupati Wakatobi, Arhawi saat menyambut jenazah almarhum
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi dipimpin langsung Bupati,H. Arhawi dan Wakilnya Ilmiati Daud menyambut kedatangan Jenazah Hariadin,salah satu sandera Abu Sayyaf di Marina Beach. Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 16.15 Wita

    Jenazah almarhum tiba di Wakatobi sebelum akhirnya dilepas Pemda ke Kampung halaman Kecamatan Kaledupa di dampingi Kasubid Direktorat perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI, Yuda Nugraha, sanak kelurga serta rekan kerjanya, Heri Ardiansyah yang tak lain satu diantara sandera Abu Sayyaf yang selamat.

    Bupati,H.Arhawi selain memyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum ia menjelaskan usaha Pemda yang terus berkoordinasi dengan pihak terkait berharap almarhum bisa bebas dan selamat namun kata dia kehendak Tuhan berkata lain.

    "Beberapa hari terakhir ada info bahwa almarhum ini tidak bisa diselamatkan dan tertembak namun info itu tidak benar rupanya upaya pemerintah ternyata sandera ingin menyelamatkan diri dengan cara berenang dan berapa lama waktu mereka berenang yang mengakibatkan korban Hariadin merenggut nyawa",Sebutnya.

    Selaku Bupati Wakatobi, Ia menyampaikan terimakasihnya kepada Bapak presiden lewat Mentri luar negeri sehingga pemulangan jenazah almarhum bisa tervasilitasi. Kata dia, berkat kerjakeras pada khirnya sampai ke Kabupaten Wakatobi.

    "Terimakasih tak terhingga dari pemerintah pusat dan kami pun pemda siap memvasilitasi korban ini sampai kekampung halaman",Tambahnya.

    H.Arhawi juga menyebut kepedulian Pemda dengan hadirnya seluruh jajaran organisasi perangkat Daerah (OPD) terlibat penjemputan juga dilakukan karena rasa kepedulian dan itu berlaku setiap korban yang terkena musibah terutama kejadian menimpa Almarhum Hariadin.

    "Pemda dan seluruh masyarakat akan menjadi perhatian agar kedepan mudah-mudahan kejadian seperti ini tak terjadi lagi menimpa masyarakat kabupaten Wakatobi" harapnya.

    Terkahir, Ia meminta keluarga korban agar selalu tabah menghadapi cobaan,sebagai manusia. Kata dia, pasti semua akan kembali kepangkuan Sang kuasa tinggal caranya bagaiamana kematian seseorang akan terjadi. "Olehnya itu saya mohon ketabahan keluarga",Tutupnya.

    Sementara itu Kasubid Direktorat perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI, Yuda Nugraha, menyebut dua putra dua putra Wakatobi baik almarhum Hariadin maupun Hari Adriansyah adalah WNI yang kerja di Malaysia.

    Pasca di sandera keduanya berhasil melarikan diri namun usaha mereka yang harus berenang sekitar 20 jam lamanya membuat Almarhum Hariadin tak selamat.

    "Hari ini kami bahagia bisa mengantar keduanya namun disisi lain kami turut berduka katena salah satunya meninggal. Kami turut mengucapkan bela sungkawa kapada keluarga semoga Almarhum Khusnul khatimah",Ucapnya.

    Ia melanjutkan bahwa kasus ini mengakhiri seluruh kasus penyaderaan kelompok Abu Sayyaf,Philiphina Selatan.Dan Dari tahun 2016 ada 36 sandera yang tercatat dan telah bebas semua.

    Yuda Nugraha lebih lanjut menyebut banyak WNI yang bekerja diperairan Malaysia dan tercatat sebagian besar dari wilayah wakatobi sehingga ia berharap kiranya bisa disampaikan agar tetap waspada


    Penulis | La Ilu Mane





VIDEO