A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: terkait

Filename: controllers/News.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /home/bumisultra/public_html/application/controllers/News.php
Line: 116
Function: _error_handler

File: /home/bumisultra/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

    • Buang Sampah Sembarangan Warga Didenda Rp 500 ribu, DPRD Respon Positif

image_title
Ket: ilustrasi Foto : google.com
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Pemerintah Kota Kendari telah mencanangkan denda Rp 500 ribu kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Pada tahap awal, aturan tersebut akan diterapkan di sekitar Kantor Wali Kota, dimana kawasan tersebut sudah terpantau dengan CCTV. Diharapkan, denda itu bisa mendisiplikan warga Kendari terkait pembuangan sampah.

    Terkait hal itu, Anggota DPRD Kendari menilai positif terkait aturan denda Rp 500 ribu bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Anggota Komisi I DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar, mengatakan, dengan adanya denda yang akan diterapkan pemerintah kota diminta agar masyarakat bisa taat dan patuh.

    "Aturan ini bukanlah sebuah ancaman. Ini hanya cara pemerintah untuk menghindarkan masyarakat berlaku sewenang-wenang atau seenaknya membuang sampah di sembarang tempat," katanya, Sabtu (12/9/2019).

    Sehingga, jelas dia, jangan dianggap sebagai sesuatu ancaman. Itu dilakukan supaya masyarakat lebih mawas diri dan berhati-hati saat membuang sampah. Pasalnya, ketika ditemui masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat maka akan ada konsekuensi yang harus dibayarkan dengan jumlah yang tidak sedikit.

    "Kalau hanya karena buang sampah sembarang saja masyarakat harus di denda Rp 500 ribu, seharusnya mereka sadar. Karena, bahkan ada orang yang bekerja belum tentu mendapatkan penghasilan Rp 500 ribu dalam sebulan," ungkap dia.

    Hal serupa juga diungkapkan oleh Anggota DPRD Kendari, Sukarni Ali Madya, masyarakat harus mengambil sisi positif dari adanya peraturan tersebut. Menjadikan aturan itu, sebagai alat untuk membuat masyarakat patuh dan taat terhadap sebuah aturan.

    "Ini adalah cara untuk membudayakan masyarakat untuk selalu hidup bersih. Karena kebiasaan membuang sampah sembarangan juga bisa mengakibatkan banjir dan hal itu akan kembali pada masyarakat," tambah Sukarni.

    Dari adanya pencanganan denda tersebut, sambungnya, pemerintah harus lebih tegas dala menerapkan aturan denda itu. Menurutnya, kelemahan pemerintah kota adalah tidak pernah tegas terhadap aturan dalam segala bidang.

    Berkaitan dengan aturan denda tersebut, keduanya belum mengetahui pasti apakah sudah tertuang dalam peraturan daerah. Namun, sepanjang mereka duduk di kursi parlemen kota belum pernah mendengar pihaknya membahas tentang aturan seperti itu.

    Kendati demikian, meskipun belum tertuang dalam peraturan daerah, tetapi bisa saja sudah ada peraturan daerah (perda) sebelumnya yang ditindaklanjuti dan dituangkan dalam peraturan wali kota (perwali). (*)


    Penulis | Septiana


Artikel Terkait

Berita Terpopuler


  • VIDEO













    https://bumisultra.com/assets/front/vendor/bootstrap/js/bumi-min.js">