A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: terkait

Filename: controllers/News.php

Line Number: 115

Backtrace:

File: /home/bumisultra/public_html/application/controllers/News.php
Line: 115
Function: _error_handler

File: /home/bumisultra/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Pembangunan Infrastruktur Koltim 2018, Berdampak Majunya Perekonomian Masyarakat Kecil
    • Pembangunan Infrastruktur Koltim 2018, Berdampak Majunya Perekonomian Masyarakat Kecil

image_title
Ket: Pembangunan infrastruktur di Koltim
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR - Tidak terasa usia Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Provinsi Sulawesi - Tenggara (Sultra) memasuki 7 tahun di 2019, berbagai upaya serta terobosan yang di lakukan Bupati Koltim Tony Herbiansyah telah banyak di lakukan demi kemajuan daerah, khususnya pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan di 2018.

    Di mata masyarakat lapisan bawah dalam hal ini petani, yang tidak ada kepentingan politik sedikitpun, tentu akan lebih merasakan mamfaat pembangunan Infrastruktur, 80% warga Koltim hampir rata - rata petani tulen. Namun yang mereka impikan adalah adanya infrastruktur untuk mendukung akses para petani. Sekalipun hasil panen mereka banyak dan bagus kalau tidak di dukung infrastruktur yang baik, maka akan berpengaruh terhadap lambatnya perekonomian mereka, bahkan nilai jual hasil bumi petani pun akan berkurang nilainya.

    Olehnya itu, terkait Infrastruktur 2018, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Koltim yang di sampaikan melalui Sekretaris Dinas (Sekdis) PU koltim Nyoman Abdi menjelaskan untuk pengerjaan jalan Kecamatan Mowewe plus jalan masuk Rujab Bupati (Reguler) panjang 1.425 Meter, pengaspalan Sanggona (Reguler) 1200 Meter, pengaspalan lanjutan Mowewe 600 meter, pengaspalan Lapen Atula Kecamatan Ladongi (Perubahan) 2500 meter, pengaspalan DPRD panjang 550 meter.

    Dan masih banyak lagi termasuk jalan poros Kecamatan Aere, belum lagi upaya pemerintah daerah untuk memudahkan akses jalan wilayah Talindukan hingga lembah subur bahkan Gunung Jaya telah selesai di aspal.

    ''Hal ini salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Bupati Koltim untuk lebih meningkatkan kemajuan Daerah sehingga semua masyarakat dapat menikmati pembangunan ini, karena akses jalan, jembatan serta irigasi tentu salah satu indikator kemajuan suatu Daerah dan secara otomatis mobilisasi ekonomi akan meningkat karena kemudahan akses dari sisi infrastruktur, '' terangnya.

    "Seperti halnya di wilayah paling ujung uwessi dan uluwoi Pemda melakukan pembangunan infrastruktur, bahkan beberapa wilayah bupati turun langsung untuk memantau pengatingan gunung, tujuanya agar warga lebih mudah melintas, yang jelas ketika ada warga yang meminta kami langsung merespon di lapangan", cetusnya.

    Ditempat terpisah dari beberapa masyarakat yang di temui Media terkait infrastruktur 2018, seperti halnya H. Sahrir (51) beralamat Aere serta Bahri (49) beralamat Lambandia, keduanya adalah petani mengaku cukup senang dengan kondisi jalan sekarang.

    "Khusus kami petani harapan kami selama ini adalah bagusnya jalan serta jembatan, dan itu sudah terpenuhi, selama ini ketika musim hujan baik coklat, gabah susah di akses keluar, belum lagi pedagang untuk membeli tidak bisa melintas akibat jalan dan jembatan yang rusak, ungkapnya kepada Bumi Sultra.

    Masih kata mereka kendati sekarang jalanya sudah bagus begitupun beberapa jembatan yang sangat vital sudah di bangun, dampaknya hasil panen kami harganya tinggi, kemudian para pedagang keluar masuk untuk membeli, sehingga kami tidak lagi merasa khawatir.

    Hal ini juga mendapat respon salah satu pedagang kecil dari Lembah Subur Ibu Pur (45) yang keseharianya menjual ''Sejak di aspal dari Talinduka hingga lembah subur, perjalan cepat ketika membeli persedian barang jualan di gunung jaya sebagai ibu kota kecamatan", kata Ibu pur saat di temui di sebuah toko di gunung jaya untuk membeli persediaan barang jualanya.

    Masih kata ibu Purbahwa  dulu pak waktu jembatan rusak apalagi terbuat dari kayu, minta ampun kalau ke gunung jaya dan desa lainya susah di lewati, apalagi kalau hujan lebat jembatan di bawa arus, belum lagi jalanya rusak, berdebuh, kerikil,.

    ''Alhamdulillah sekarang khusunya kami selaku orang kecil bisa menikmati jalan dan jembatan yang di programkan Pemerintah Koltim, intinya kami masyarakat kecil bisa menikmati jalan bagus serta kami bisa berdagang, kalau jalanya serta jembatanya rusak bagimana kami bisa berjualan pak,''  pungkasnya. (*)


    Penulis | Irwandar


Artikel Terkait


VIDEO