• Jabatan Wawali Kota Kendari, DPRD akan Bentuk Panli

image_title
Ket: Anggota DPRD Kendari yang juga Fraksi PAN, Sitti Nurhan Rachman
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Posisi Wakil Wali (Wawali) Kota Kendari hingga kini masih kosong. Sebagai partai pengusung Partai Amanat Nasional (PAN) sudah mengusung beberapa nama untuk mengisi orang nomor dua di Ibu Kota Sultra tersebut.

    Anggota DPRD Kendari yang juga Fraksi PAN, Sitti Nurhan Rachman, menuturkan, untuk mengusung nama yang akan diajukan sebagai Wawali Kota Kendari menemani Sulkarnain yang saat ini masih menjadi Plt Wali Kota Kendari dibutuhkan proses dan mekanisme. Dimana partai pengusung harus mengajukan ke DPD kemudian DPW, lalu ke diserahkan ke pusat.

    “Sepengetahuan saya sekarang sudah diajukan ke pusat, tergantung siapa-siapa nama yang diajukan itu saya belum tahu. Dari yang saya dengar itu ialah dr Siska, Alhabsi Tombili, sementara terkait Asrizal Pratama Putra saya tidak tahu,” ungkapnya, Kamis (29/11/2018).

    Adapun jabatan ketiga orang tersebut, lanjutnya, Asrizal adalah Ketua DPD PAN Kendari, Alhabsi Tombili sendiri Bendahara DPD PAN Kendari, dan dr Siska merupakan salah satu kader PAN.

    “Apapun keputusan di pusat, tetap akan dipilih disini (DPRD Kendari) namun sepengetahuan saya hanya bisa dua nama yang diusulkan ke pusat untuk dipilih. Intinya posisi Wawali Kendari akan dipilih sesuai proses yang ada,” katanya.

    Adapun yang akan jadi pemilih, masih dia, semua anggota DPRD Kendari akan memilih. Jadi di DPRD Kendari ini nantinya akan dibentuk Panitia Pemilihan (Panli). Setelah Panli itu terbentuk maka Panli inilah yang akan melaksanakan pemilihan.

    Diperjelas Ketua DPRD Kendari, Samsudin Rahim, pembentukan Panli Calon Wawali Kendari menunggu surat rekomendasi dari Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir. "Kalau rekomendasi sudah ada, kita langsung bentuk," katanya.

    Dirinya menambahkan, hal ini sesuai dengan hasil studi banding yang dilakukan dibeberapa daerah yang mengalami kondisi serupa seperti di Kota Kendari. "Mekanisme kita sudah tahu, jadi tinggal menunggu saja," jelasnya.

    Politikus PAN Kendari ini menuturkan, panitia yang dibentuk nantinya, berdasarkan hasil keputusan dari badan musyawarah (bamus) DPRD Kota Kendari, dimana metode kerjanya akan serupa seperti proses pemilihan umum (Pemilu). "Ada yang bertindak sebagai saksi, ada yang bertugas memanggil nama-nama pemilih dan ada yang bertugas untuk menghitung suara," paparnya.

    Untuk suara, lanjut dia, hanya ada 35 suara sah yang menjadi rebutan calon Wawali, sesuai jumlah anggota di DPRD Kota Kendari. Dalam proses ini, aturan yang berlaku juga sama seperti pemilu pada umumnya yaitu tidak dibolehkan adanya money politic. "Siapapun yang terpilih nanti akan diusulkan untuk dilantik menjadi Wawali Kota Kendari mendampingi Sulkarnain," katanya mengakhiri. (*)


    Penulis | Yuyun