• Bupati Konut Sambut Kunjungan Investor Korea Selatan

image_title
Ket: Bupati Konut Ruksamin Tengah saat di dampingi anggita DPRD Konut Ir. Syafrin bersama Mr. Lim Dong Pyo dan rekannya saat di melihat hasil udang vaname yang usianya 45 hari
  • Share

    BUMISULTRA

    KONUT--Hampir setahun pengusaha asal Korea Selatan Mr. Lim Dong Pyo tak berkunjung kini telah kembali meninjau ulang tambak udang vaname miliknya di Desa Pasir Putih Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan disambut langsung oleh Bupati Konut H. Ruksamin, Minggu 18/11/2018.

    Dalam sambutan Bupati Konut itu menguraikan dihadapan masyarakat Konut dan rombongan PT. MBG Group, menghimbau kepada hadirin jika perkembangbiakkan udang vaname itu mampu memberikan keuntungan yang lebih, apabila itu terkelola dengan baik.

    "Udang yang sudah ditebar itu ada 1 juta ekor dengan waktu mengembangbiakkan 15 hari. Hanya dalam kurun waktu 45 hari saja udangnya sudah ada sampai sebesar ibu jari" Ruksamin dalam sambutannya.

    Ketua DPW Partai PBB mengungkapkan jika lokasi tempat uji coba pengebangbiakkan udang vaname sudah disiapkan. Tempat Pembibitan itu disebar dibeberapa tempat yang direncanakan yakni 10 hektar hingga sampai 40 ha yang berada di Kecamatan Lembo, itu diperuntukkan budidaya udang vaname, yang akan dikelola pengembangbiakkan oleh MBG Group. Selain itu, rencana pengembangbiakkan 3000 hektar berada di Kecamatan lasolo kepulauan.

    "Lokasi yang saya sebutkan tadi sangat potensi untuk perkembang biakkan, cuma kembali kepada kita apa kita akan gunakan sumber daya kita atau bagaimana? Jika kita bayangkan hanya satu hektar dalam 3 bulan kita bisa dapat 2.8 milyar. jauh lebih besar menjadi penambak udang dibanding gajinya bupati" urainya.

    Ruksamin juga menambahkan jikalau janji politiknya waktu itu akan dibuktikan, meski dirinya juga menyadari dalam pembangunan itu tidak semudah membalikkan tangan, dimana awal kedatangan infestor asal Korea Selatan itu mulai berinvestasi di negeri KONASARA, dirinya selalu di ledekkan di media sosial.

    "Dulu ada yang ledek bupati melalui media sosial, yang mau dibuat pabrik kenapa yang digali tambak udang. Saya sadari memang membangun itu tidak mudah semudah membalikkan tangan. Waktu akan terus berjalan dan saya tidak akan lupa dengan janji politik saya" tutupnya. (*)


    Penulis | Suhardiman Sawali