• Pimpin Rapat di Bappeda, Bupati Konsel : Camat harus Jadi Garda Terdepan

image_title
Ket: Bupati Konawe Selatan (Konsel), H. Surunuddin Dangga, ST., MM pimpin rapat di Aula Badan Perecanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Senin (8/10/2018) Foto : Humas Pemda Konsel
  • Share

    BUMISULTRA

    KONSEL--Bupati Konawe Selatan (Konsel), H. Surunuddin Dangga, ST., MM pimpin rapat yang membahas terkait pemetaan kawasan pusat pertumbuhan didampingi Sekretaris Daerah ( Sekda) Ir. H. Sjarif Sajang, M.Si bertempat di Aula Badan Perecanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Senin (8/10/2018).

    Rapat yang diikuti seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat dan para Kepala Desa (Kades) se-Konsel ini, dilaksanakan dalam rangka sinergitas rencana pembangunan tahun anggaran 2019 mendatang, dengan mensinkronkan program yang ada di Kabupaten dan program kerja pada Pemerintahan Desa.

    Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa rapat ini digelar untuk menyatukan persepsi dan program kerja yang ada di desa dan Kabupaten dengan melibatkan OPD, Kades, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat agar satu tujuan dalam membangun wilayah masing-masing dalam satu konsep Kawasan pusat Pertumbuhan dengan menonjolkan potensi unggulan masing-masing Desa.

    "Dimana, Camat seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyampaikan program sinergi ini kepada Kades dan masyarakatnya, dengan bekerjasama dengan instansi teknis yang ada di OPD agar mendapat bantuan yang tepat sesuai permintaan warga dan sesuai potensi yang ada di desa," kata Surunuddin.

    "Pemerintah Desa sebaiknya fokus  mengembangkan unggulan yang sudah menjadi andalah atau familiar di wilayahnya, dari pada mencoba program yang belum jelas keberhasilannya, Seperti Desa Angata di pinggiran Rawa Aopa cocok kembangkan tanaman sagu, karena selain ketahanan pangan juga untuk menjaga lingkungan sekitar agar tidak mudah longsor," jelas Surunuddin.

    Yang mana, konsep dasar pembentukan pusat pertumbuhan, kata Surunuddin, adalah mengaktifkan setiap kegiatan di Desa, yang saling bersinergi dengan program kerja OPD sekaligus dalam melengkapi sarana dan prasarana pendukung pengembangan kawasan pertumbuhan tersebut, seperti perbaikan dan peningkatan jalan, jembatan, serta kantor Desa atau pembangunan infrastruktur lainnya.

    Salah satu strateginya, tambah Surunuddin, adalah menetapkan satu titik pusat pertumbuhan pada setiap kecamatan yang bisa merangkul desa sekitarnya dengan mendorong mengembangkan produk unggulannya sehingga terjadi perputaran ekonomi di wilayah tersebut, dengan tujuan terciptanya Desa Maju di seluruh wilayah Konsel pada Tahun 2019 sesuai tagline kami  "Desa Maju Konsel Hebat".

    Olehnya itu telah kita petakan dan tetapkan Kawasan pusat pertumbuhan diantaranya, lanjut Surunuddin, yakni untuk wilayah Kec Lainea terpusat di Desa Pamandati dan Desa Lainea, Kec Tinanggea di Kelurahan Ngapaaha, Kec Kolono Awunio dan Sawah, Kec Kolono Timur Desa Roda dan Amolengu, Kec Ranomeeto Desa Langgea dan Kota Bangun, Kec Landono di Desa Tridana Mulya, Kec Konda terbagi 2 kawasan yakni di Kel Konda, Lambusa, Lalowiu, Desa Konda Satu, dan Desa Tanea mencakup Cialam, Amohalo, Ambololi, untuk Kec Mowila yakni Mulya sari, Pudahoa, Punggulahi, Kondoano dan Ranombayasa, Kec laeya area Aepodu, Kec Sabulakoa di Desa Watu-watu, Kec Ranbar di Desa Lameuru.

    "Jadi, tugas seorang Camat dan Kades adalah mensosialisakan terkait program kawasan pertumbuhan ini kepada warganya sekaligus mensukseskannya, dengan terus berkonsultasi kepihak instansi teknis dalam mengembangkan produk unggulan sesuai potensi yang ada sehingga produknya bisa berproduksi massal, demi terwujudnya Desa Maju dibidang administrasi pemerintahan, pendidikan, kesehatan serta maju di bidang ekonomi kemasyarakatan," pungkas Surunuddin.

    Sedangkan, menurut Sekda Konsel, Sjarif Sajang mengatakan bahwa untuk mendukung pembentukan kawasan ini, selaku Ketua TAPD meminta kepada OPD agar memasukkan detail program kerjanya pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sesuai aturan perundang2an pada pembahasan APBD 2019 di bulan November Tahun ini, sekaligus di kawal dalam rapat penetapannya bersama DPRD agar program bisa di setujui, termasuk menyiapkan anggaran dalam mengantisipasi kejadian kedepan terkait tanggap dan dampak bencana.

    Yang nantinya setelah penetapan APBD, tambah Sjarif, semua OPD baik di tingkat Kecamatan dan Kabupaten segera melaporkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) agar program kerja segera terealisasikan dalam mendukung percepatan terbentuknya kawasan pusat pertumbuhan yang di canangkan Bupati, dengan mengikuti aturan dan arahan KPK untuk memadukannya dalam 3 unsur komponen pelaporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran dalam aplikasi berbasis website yakni E-Planning, E-Budgeting, E-Monev.

    "Yang mana keterpaduan 3 unsur ini antara perencanaan, keuangan dan inspektorat tidak bisa terpisahkan, dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, sehingga kita bertugas untuk mengontrol tugas-tugas pemerintahan, baik yang ada di OPD, Kecamatan maupun Desa agar terhindar dari penyalah gunaan wewenang," tandas Sjarif. (**)


    Penulis | redaksi