• Kematian Brigadir Sanusi Menuai Kejanggalan. Ini Penjelasannya

image_title
Ket: Kapolsek Sampuwabalo, Kapolres Buton, dan keluarga Almarhum brigadir sanusi saat mendatangi polres Buton
  • Share

    BUMISULTRA

    BUTON-Kematian Alamarhum Brigadir Sanusi menimbulkan tanda tanya besar oleh Keluarga hingga mendatangi Polres Buton Rabu (08/08/2018). Pasalnya sejak kematian almarhum pada Selasa (31/07/2019) akibat selosong peluru milik Kapolseknya,Iptu.Suwoto diduga nyasar itu belum ada kepastian informasi dari pihak Polres apalagi hasil visum et epertum dan Hasil scan belum ketahui oleh pihak keluarga.

    Kapolres Buton,AKBP.Andi Herman,S.IK menjelaskan bahwa Polres tidak mungkin menutup-nutupi informasi kasus tersebut. Begitu pula dengan hasil visum dan hasil Scan pihaknya belum diberikan oleh pihak rumah sakit.

    "Nanti kalau sudah ada kami akan hubungi keluarga karena kami belum terima, dijanji hari selasa (07/08/2018) kemarin sih, karena itukan dari rumah sakit namun Pihak orkes juga kemarin berangkat ke kendari jadi kami belum terima" ungkapnya.

    Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton, dr. Ramli Code, saat ditemui awak BUMISULTRA.COM menjelaskan kewenangannya dalam memberikan informasi. ",Kami hanya visum luar saja. Untuk hasil scannya itu disiloam. Kami juga tidak ada kewenangan menjelaskan penyebab kematiannya apa ada benda tajam atau benda asing didalam. nanti semua pihak Polres yang jelaskn", ujarnya.

    "Kemarin Selasa (07/08/2019) pihak Polres baru menyurat untuk permintaan Hasil Visum dan hari ini sudah selesai dibuatkan. Tinggal pihak Polres datang mengambil hasilnya" tambahnya

    Sementara itu Direktur Rumah Sakit Siloam, dr. Agung menyebut hasil scan tersebut sudah berikan sehari pasca kejadian tepatnya Rabu (01/08/2018).

    "Kita sudah tulis keterangannya semua dari hasil scan itu. Dan sesuai petunjuk kami hanya memfoto (scan) dan memberikan analisa terhadap foto itu dan sudah kami berikan ke Polres, kita tidak bisa memberikan kesimpulan. Kalaupun mau dibuka dipublik silahkan Polresnya,'' tutupnya.

    Sebelumnya Paman almarhum Brigadir Sanusi, La Awu menjelaskan sejumlah kejanggalan yang ditemui keluarga mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) disebutkan jarak antara korban Brigadir Sanusi dan Kapolseknya,Iptu Suwoto berjarak hanya 3 meter dan luka akibat peluru tersebut bersarang di kepala bagaian belakang (otak kecil,-red).

    "Kita ikhlas atas kepergian almarhum namun proses hukum kami minta dibuka seterang-terangnya agar mendapatkan keadilan hukum", harapnya. (*)


    Penulis | Harianto