• Tari Topeng Bupati Indramayu Bakal Semarakkan HPN di Sultra

image_title
Ket: Bupati Indamayu Nina Agustina siap menari Topeng di HPN Kendari.
  • Share

    BUMISULTRA

    JAKARTA- Bupati Indramayu Nina Agustina bakal ikut mengambil bagian dalam perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan menampilkan tari Topeng "Kelana Gabdrung".

    " Putri mantan Kapolri Dai Bahtiar yang juga Bupati Indramayu Nina Agustina, bersiap tampil menari topeng "Kelana Gandrung" pada HPN di Kendari Sultra," kata Ketua Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, Jumat (28/01/2022).

    Menurut Yusuf, Nina Agustina yang juga pemain film "Ngarot", merupakan salah satu dari 9 Bupati/walikota yang ditetapkan sebagai penerima AK-PWI 2022. Ada empat bupati/walikota yang membawa tim keseniannya ke Kendari, masing-masing Bupati Buton Provinsi Sultra, Bupati Magetan Provinsi Jawa Timur, dan Bupati Sumbawa Barat, Pronsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bupati Indramayu.

    "Hanya Nina yang ikut terjun langsung menari bersama tim kesenian dari Sanggar tari topeng Mimi Rasinah," katanya.

    Nina yang sejak sekolah telah menggeluti sastra (puisi) dan marching band, bakal menari dengan Aerli -- cucu penari topeng legendaris Mimi Rasinah (almh), diiringi nayaga dan gamelan hidup yang dibawa langsung dari Indramayu. Reputasi Aerli sendiri, sebagai penari topeng sudah melanglang buana mengikuti berbagai festival  internasional di  Jepang, Belanda, Australia, dll.

    Tarian ini biasanya untuk moruat atau (mengobati) daerah yang sedang terkena wabah penyakit, karena di setiap gerakan tarian ini bermakna keberkahan untuk semua. Juga melambangkan kecintaan rakyat kepada pemimpinnya akan memberikan energi positif  terhadap pemimpin dalam menjalankan setiap roda pemerintahan.

    Adapun Bupati Magetan Suprawoto membawa tim penari yang akan mempersembahkan tarian "Jalak lawu" karya koreografer Siska Hariyati, dimainkan oleh Sanggar Mahalawu Dance Performace, karya koreografer  Siska Hariyati. Dalam kariernya, Siska pernah tampil di Amerika Serikat, Bangkok, beberapa kota di Tanah Air, serta menari dalam film "Cokro" garapan Garin Nugroho. Sudah belasan tahun Suprawoto menekuni dunia tulis-menulis, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Setiap minggu tulisannya muncul di kora/majalah.

    Bupati Sumbawa Barat Musyafirin membawa rombongan Seni Tradisi Ratib Sakeco. Di Sumbawa, seni yang satu ini biasanya tampil saat acara adat  dan perayaan kegembiraan  saat tibanya musim panen, perkawinan, dll. Sebagai ungkapan syukur pada manusia dan lingkungan alam. Dimainkan Sanggar Pusakalangit Sumbawa Barat, dengan koreografer Sajadah. Di daerahnya, Sajadah, dikenal sebagai kreator tari lumpur, hingga penyelenggara kemah budaya.

    Bupati Buton La Bakry membawa rombongan Tari "Kambero". Tarian ini, di Buton, biasa untuk menyambut tamu, yang dimainkan 10 penari muda, lelaki dan perempuan. Ada beberapa jenis tarian untuk menyambut tamu, yang dimainkan oleh penari tua, hingga penari remaja (perempuan). Namun Tarian Kambero dengan andalan gerak dinamis dan permainan kipas ini yang dipilih untuk sajikan di Kendari.

    Adapun ke-9 Bupati/Wali Kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, tanpa peringkat,  yaitu Wali Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, Fadly Amran (Datuak Paduko Malano);  Bupati Magetan, Jawa Timur, Suprawoto,  Bupati Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi,
    Bupati Indramayu, Jawa Barat, Hj. Nina Agustina,  Wali Kota Bekasi, Jawa Barat,  Bupati Sumbawa Barat, NTB, Musyafirin; Wali Kota Bengkulu, Bengkulu, H. Helmi Hasan; Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka; Bupati Buton La Bakry, Sulawesi Tenggara, dan Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana.(*)


    Penulis | Armin Arsyad