• Demo di Kantor Bupati Muna, Mahasiswa UHO Kena Bonyok

image_title
Ket: Orator Aksi, Ld Ilham Malik
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Demonstrasi yang terjadi di Depan Kantor Bupati Muna berakhir ricu. Pengunjukrasa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Korihi Bersatu memaksa masuk ke halaman Kantor Bupati,  namun dihalau oleh Satuan Polisi Pamong Praja sehingga terjadi gesekan, Kamis (2/7/2020).

    Keduanya pun saling adu jotos sehingga memakan korban, salah satunya orator aksi sekaligus mahasiswa Pertanian Jurusan Agrobisnis Universitas Halu Oleo, Ld Ilham Malik terkena bonyok pukulan pada bagian pipi yang mengakibatakn pecah dan bersimbah darah.

    "Aksi kami hari ini adalah aksi damai, kami hanya menginginkan Bupati Muna hadir menemui kami sekaligus memastikan terkait pemberhentian kepala desa korihi yang sampe hari ini statusnya belum jelas."tegasnya pada wartawan.

    Ilham yang sekligus Kader HMI bersama rekan  mahasiswa pendemo merasa kecewa dan terpukul, karena aksi yang mereka pikul selama beberapa minggu ini dituding bahwa ada kaitannya dengan politik tanggal 9 Desember.

    Menurutnya, Bupati Muna, LM Rusman Emba telah ingkar janji, dimana 14 hari lalu dihadapan para tokoh Agama, Tokoh adat dan Perwakilan Mahasiswa ia akan memberhentikan Kades Koroihi. Namun faktanya sampai sekarang tidak ada kejelasan bahkan aksi ini memakan korban.

    "Surat pngunduran diri ibu Desa tidak ada yang bertanda tangan biar satu. saya anggap kertas itu tidak berkonstitusi dan tidak menjujung nilai administrasi negara. sehingga kami meras ditipu."Katanya

    Padahl jelas, Kades korihi, Wa Ode Rinaliah, s. Sos sudah dilakukan pemeriksaan di kejaksaan dan kepolisian namun sampai saat ini belum ada hasil.

    "Bupati Muna kalau punya jiwa kesatria, secepatnya perlihatkan kepada masyarakat surat pemberhentian kades korihi. padahal jelas, janji Pak bupati di hari ke 14 sudah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian." katanya.

    Sementara itu, Kabid Trantip Satpol PP Muna, Asgar Arianto mengatakan bahwa terjadinya gesekan karena para demonstrasi memaksa masuk tanpa ada surat pemberitahuan aksi yang seharusnya disampaikan.

    "Karena mereka paksa masuk saya suruh anggotaku untuk mengawal, tapi terjadi cekcok saat negoisasi sehingga terjadi gesekan dan bentrok dengan para pendemo." tandasnya. (*)


    Penulis | Ali Rasyid S