• Pamsimnas di Desa Pola Diduga Bermasalah, Kejaksaan Muna Diminta Audit

image_title
Ket: Massa aksi saat mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Muna
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Wangguali Bersatu (Somawa-bersatu) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Muna.Mereka menuntut agar pihak Kejaksaan benar benar serius menangani kasus persoalan Penyedian Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.(Pamsimnas) yang ada didesa Pola,Dusun Wangguali,Kecamatan Pasir Putih.

    Aris ,Jendral lapangan menjelaskan bahwa persoalan Pamsimnas ini dari tahun 2016.dimana program ini merupakan program pemerintah yakni penyedian air bersih yang seharusnya dinikmati semua masyarakat Desa Pola khususnya Dusun Wangguali, namun kenyataan d ilapangan semua itu berbanding terbalik.

    "Sesuai yang ada dilapangan bahwa pelaksanaan pamsimnas tidak sesuai denga rincian anggaran biaya,karena pertama dari mesinnya saja sudah tidak mampu untuk digunakan kemudian ditambah lagi dengan bak penampung air,padahal dalam RAB itu ada tiga bak yang disiapkan namun hanya satu yang jadi,'' cetusnya.

    Dilanjutkan, bukan hanya itu masih ada lagi temuan yakni menyangkut dengan pipa air, padahal dalam Rab juga sudah ditentukan kalau ada penggalian untuk menutupi pipah namun kenyataannya pipah itu dibiarkan terapung diatas tanah sehingga mudah untuk rusak.bahkan titik pemasangan pipah juga tidak sesuai titik kordinat yang di tentukan.

    "Kami meminta kepada pihak kejaksaan Muna untuk segera munkin mempresur persoalan pamsimnas karena kami curiga ada indikasi tindak pidana korupsi didalamnya,serta kami minta untuk segera mengaudit ketua Satklak La Ode Marwan sebagai pelaksanaan kegiatan," pintahanya.

    Ditanya soal tanggapan pihak Kejaksaan,Aris mengatakan,Kalau pihak kejaksaan Muna akan segera munkin mengkalrifikasi terkait persoalan Pamsimnas yang ada didesa Pola,Dusun Wangguali.

    "Jika ada kendala dan terbukti ada indikasi tindak pidana korupsi maka pihak kejaksaan akan segera bertindak." pungkasnya.(*)


    Penulis | Ali Rasyid