• Kronologi Kecelakaan Kerja di WIUP PT. Cinta Jaya Konut

image_title
Ket: Warga setempat yang langsung ke TKP saat dengar ada kecelakaan
  • Share

    BUMISULTRA

    KONUT--Kejadian kecelakaan kerja di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Cinta Jaya yang beroperasi di Desa Mandiodo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara, menghebohkan masyarakat lingkar tambang pada pagi hari Selasa tanggal 14 Januari 2020 pukul 08.00 Wita. Dimana kejadian itu menewaskan salah satu karyawan secara mengenaskan.

    Melihat kondisi perusahaan tambang nikel yang tidak ada pengamanannya dan diduga tidak SAFETY, membuat warga setempat menerobos masuk untuk melihat kondisi korban yang sementara berusaha di evakuasi oleh anggota Polsek Lasolo.

    Berdasarkan hasil identifikasi Polsek Lasolo, korban tersebut bernama Andry (25), yang bekerja di perusahaan swasta PT. Carsurin sebagai Sampler (pengambil sampel) dari Desa Anggalomoare Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe.

    Kejadian itu bermula ketika PT. Cinta Jaya (pemilik IUP) sedang melakukan pengisian tongkang untuk dijual. sementara PT. Damai Abadi Samudera (DAS) adalah salah satu kontraktornya mempunyai karyawan operator excavator yang bernama WW (inisial) yang bekerja untuk mengatur ore nikel di dalam tongkang.

    Menurut hasil identifikasi kepolisian setempat terhadap operator excavator bahwa pada hari Selasa tanggal 14 Januari 2020 sekitar jam 08.00 wita operator kerja didalam tongkang menyusun material ore dan saat  sementara kerja operator excavator semula melihat korban dari arah sebelah kiri, masuk mengambil sampel ore didalam tongkang didekat excavator.

    WW (23) yang baru memulai pekerjaannya sedang merapikan ore nikel yang berada di dalam tongkang. Beberapa kali Operator excavator mengangkat ore dari arah kiri memutar bucket excavator kearah kanan dan setelah menurunkan ore kemudian posisi bucket excavator diarahkan kembali ke kiri, tidak melihat korban berada di dekat kerjanya.

    "Saat dirinya kembali mengangkat ore Operator excavator melihat ada ceceran darah sehingga opertor itu meminta kepada master loading yang  ada didepan landor tongkang untuk melihatnya" ujar sumber informasi kepolisian.

    Setelah operator excavator meminta bantuan kepada master loading MS (47) dan mendapati korban sudah tengkurap ditengah tumpukan ore nikel, dengan badan terpisah karena terkena bucket excavator sekitar jarak 7 meter. Lalu operator excavator itu bergegas turun mengamankan diri di Polsek Lasolo.

    "Melihat kondisi korban, selanjutnya operator excavator mengamankan diri ke Kantor Polsek Lasolo. Dan korban sudah di bawah ke rumah sakit kabupaten Konawe Utara sekitar jam 10.00 WITA sementara di TKP dilakukan pencarian sepotong organ tubuh dan sudah ditemukan di TKP sekitar jam 11.00 wita dan langsung dibawah kerumah sakit kabupaten Konawe Utara,." tutupnya. (*)


    Penulis | Suhardiman Sawali