• Dongkrak Pendapatan Daerah Dishub Kolut Bidik Rp. 1,1 Miliar 

image_title
Ket: Kadis Perhubungan Kolut,   Ir. Junus
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT ---Guna mendongkrak Pendapatan Daerah dari sektor Perhubungan melalui Dermaga Penyeberangan Pelabuhan Tobaku Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara (Kolut)  Sulawesi Tenggara ( Sultra ) hingga saat ini berperan sangat penting  membuka konektifitas antar pulau dan pemerataan perekonomian yang dimanfaatkan masyarakat secara langsung. Di satu sisi, keberadaan dermaga penyeberangan ini juga menghasilkan pemasukan PAD  yang menjanjikan . 

    Kadis Perhubungan Kolut,   Ir. Junus mengatakan  keberadaan Pelabuhan Tobaku selama ini menjadi rute distribusi utama barang khususnya hasil bumi dan industri yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Di kompleks tersebut setidaknya selain tawaran jasa juga diisi para pelaku usaha menjajalkan jualannya bagi para penumpang veri yang beroperasi setiap hari. 

    "Untuk kios penjualan sekitar 15 unit dan 10 unit digunakan pedagang dan lebihnya persiapan untuk keperluan lain,"  katanya saat ditemui di ruang kerjanya,  Kamis, (21/3/2019).

    Untuk pemasukan ke daerah, Dishub menarik enam jenis karcis antara lain penarikan tambak labuh, bongkar muat, parkir, karcis masuk, sewa kios serta penjualan air guna kebutuhan kapal transportasi. Air ini aset pemdes setempat namun sepertiga hasilnya juga masuk sebagai PAD. 

    "Alasannya karena juga menggunakan jasa pelabuhan,  kami katakan ini urat nadi perekonomian karena sebagian besar keluar masuk barang melalui pelabuhan itu dibanding jalur darat Trans Sulawesi," jelasnya.

    Dikatakanya,   Untuk   setoran ke kas daerah, juga  sangat  menggembirakan, dimana Tahun lalu pihaknya mencatat pemasukan ke kas daerah  sebesar Rp. 950 juta, untuk  tahun ini kami akan membidik pemasukan menjadi Rp. 1,1 miliar. 

    "Kami  terus berupaya untuk  memantau secara optimal  dalam aktifitas penyeberangan termasuk sarana di dalamnya agar tidak ada kekecewaan bagi pengguna transportasi, karena pak  wakil bupati  (H. Abbas) telah menekankan kepada kami  agar setiap kendala di pelabuhan penyebrangan tobaku  tersebut harus segera dituntaskan,'' katanya.

    Artinya,   jika ada kendala yang berlaku di pelabuhan maka secara tidak langsung untuk distribusi barang juga akan terhambat, peluang  kerugian ada di  konsumen atau produsen," ungkapnya.

    Karena itu,  mantan Asisten ll Setda Kolut juga mengakui  hanya saja, untuk saat ini untuk armada penyeberangan hanya satu unit yang beroperasi yakni KMP. Merak karena KMP Camellia sedang menjalani perawatan rutin. "Kalau padat penumpang kami minta Merak mobile dua kali pemberangkatan dan jangan sampai ada penumpang yang gagal berangkat," tutupnya. (*)

     


    Penulis | Bahar