• Plt Bupati Koltim akan Berdayakan Putra Daerah di Birokrasi

image_title
Ket: Bupati Koltim di tengah di dampingi Sekda dan Kasatpol PP.
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR -Memasuki dua minggu setelah Abdul Azis dilantik menjadi Wakil Bupati Kolaka Timur (Koltim) sekaligus menjadi Plt Bupati, hingga saat ini dirinya masih mempelajari, mengkaji serta mempelajari anatomi birokrasi saat ini. Tidaklah heran bila publik mempertanyakan hal tersebut, terutama harapan publik  reformasi birokrasi dengan menempatkan putra putri daerah untuk menduduki jabatan strategis di Koltim.

    Menjawab pertanyaan publik tersebut, Azis mengatakan  sejauh ini kami masih mengkaji dan meneliti serta mempelajari anatomi birokrasi yang ada di Koltim.

    ''Jadi saya tidak serta merta hanya persoalan suka tidak suka dalam memutuskan sesuatu, jadi memang perlu pemgkajian dan sesuai dengan tupoksi masing -masing, harus bekerja sesuai dengam tupoksinya masing -masing, kalau berbicara soal Daerah harus bekerja secara berkalaborasi,'' ujar kata Azis didampingi Sekda Koltim saat di wawancara disela- sela dirinya menyapa masyarakat Kecamatan Poli - Polia di agenda penutupan Bola hari ini, Mnggu (11/09).

    Terkait pertanyaan wartawan tentang keinginan masyarakat Koltim agar bupati menempatkan dan mendominasi putra putri daerah Koltim di birokrasi, Azis kembali menjelaskan bahwa akan berdayakan sesuai sesuai dengan keahliannya masing - masing.

    ''Saat ini kami masih melihat dulu  dan mempelajari anatomi birokrasi, saya pikir semangat  kita semua sama dengan masyarakat dan semua elemen sepakat memberdayakan putra putri Daerah Koltim di berdayakan,", ujarnya.

    Dikatakan fase pemilihan sudah selesai, tidak ada lagi perbedaan, jadi kalau ingin membamgun daerah  harus bersatu, bersama - sama bergandeng tangan, niat saya adalah bagaimana menciptkan perubahan di Koltim.

    Terkait pencegahan koruspsi, Azis kembali menegaskan dirinya akan membuatkan fakta integritas, agar korupsi tidak ada,dan apa yang menjadi perhatian KPK RI di koltim untuk tidak terjadi lagi namanya korupsi. (*)


    Penulis | Irwandar