• Rapat Paripurna DPRD Koltim, 3 Anggota Dewan Walk Out

image_title
Ket: Rapat paripurna dipimpin ketua DPRD Koltim yang di hadiri bupati dan wakil bupati Koltim di aula sidang DPRD Koltim, Senin (22/10).
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA.TIMUR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), menggelar rapat Paripurna dengan agenda persetujuan/penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Perda Kabupaten Koltim Nomor 21/2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat Daerah dan Raperda perubahan kedua Perda Kabupaten Koltim Nomor 14/2016 tentang pemilihan Kepala Desa (Pilkades) menjadi Peraturan Daerah.

    Paripurna tersebut di pimpin Ketua DPRD Koltim Rahmatia yang dihadiri Bupati Koltim Tony Herbiansyah dan wakil bupati Koltim Andi Merya Nur, para OPD serta Camat se kabupaten Koltim di Aula sidang DPRD Koltim, Senin (22/10).

    Namun disela - sela rapat tersebut, ada 3 anggota DPRD Koltim yang Walk Out (WO) yakni Andi Musmal (PAN), A.Arjan Syaputra (PAN) serta Rahmat dari PPP. Alasan yang diungkapkan A.Musmal adalah selama rapat pembahasan terkait pembentukan OPD para Kepala Dinas (Kadis) hanya di wakili, artinya para kadis ini tidak menghormati kinerja dewan. Sehingga secara pribadi dirinya WO dan di susul A. Arjan Syaputra dan Rahmat.

    Wo nya tiga anggota DPRD tersebut tidak mengubah sikap dari anggota lainya dan paripurna tetap di lanjutkan, hingga berakhir dengan pandangan akhir bupati koltim selaku kepala Daerah.

    Bupati Koltim Tony Herbiansyah pandangan akhirnya mengataka dia  menghargai dan menghormati kerja keras seluruh anggota DPRD, kalaupun ada yang walk out itu karena masing - masing pribadi anggota DPRD, dan itu lumrah.  "Tidak seru kalau tidak ada riak - riaknya sedikit", ungkapnya.

    Lebih lanjut Tony menjelaskan bahwa peraturan daerah merupakan hal yang sangat prinsip, karena peraturan pemekaran OPD dari Pertanian ke Perkebunan, bukan saja untuk menjawab visi dan misi bupati dan wakil bupati Koltim namun labih jauh di mana bapak Dirjen perkebunan saat berkunjung.

    ''Apabila perkebunan berdiri sendiri maka pemberian rahab Kakao akan bertambah Lima Kali lipat di tahun ini, menanggapi hal tersebut terkait wo saya biasa - biasa saja", kata pria berkacamata ini.

    Masih katanya lagi begitupun dengan peraturan pemilihan Kepala Desa Pilkades) kalau terlambat di tetapkan, maka akan berdampak besar nantinya.

    "Saya berharap kepada OPD bila ada undangan hadir tolong di tepati, kalaupun di wakili paling tidak bisa memprsentasekan, kemungkinan ketidak hadiran OPD dalam rapat - rapat pembahasan bisa jadi di sebabkan ketidakmampuan mereka dalam mempresentasekan", pungkasnya. (*)


    Penulis | Irwandar