• Aplikasi Simka Simponi Bisa Membaca Status Seseorang, Janda atau Duda

image_title
Ket: Kepala.KUA Lambandia H.Abdul Haris
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR - Ternyata saat ini bila ingin menikah harus disertai data yang akurat khususnya KTP, karena data di KTP calon pengantin harus konek dengan sistem aplikasi Simka Simponi Kementrian Agama, bila hal itu tidak konek maka buku nihah tidak akan di keluarkan. Selain itu aplikasi ini juga bisa mengetahui status seseorang sudah menikah atau belum.

    Hal ini disampaikan salah satu tenaga penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lambandia Lahi Lukman bahwa 10 hari sebelum menikah akan diberikan kepada calon mempelai untuk mengurus semua kelengkapan datanya. Dimana saat ini di Lambandia terkadang E - KTP ketika dikonekan dengan sistem Simka Simponi tidak terbaca.

    ''Sehingga kami menyuruh calon pengantin ke Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Kabupaten Koltim untuk dikonekan di pusat, setelah konek barulah bisa terbaca di Simka Simponi Kemenag, dengan demikian surat nikah bisa terbit, dan apabila tidak konek maka surat nikah tidak akan terbit", terangnya saat di wawancara di Kantot KUA Lambandia, Rabu (03/10).

    Ia menambahkan  begitupun juga bila ada warga yang ingin menikah dan menyembunyikan statusnya baik itu janda atau duda, maka dengan sendirinya akan muncul di aplikasi, sekalipun di KTP nya berbunyi bujang karena semua data pernikahan selama ini sudah dikonekan di aplikasi tersebut.

    Kepala KUA Lambamdia Aere Abdul Haris kepada media ini mengungkapkan pihaknya  berharap kepad warga yang ingin menikah benar - benar data harus lengkap, dan E-KTP jangan padang enteng, karena sangat vital buat pengurusan saat akan menikah, maka ada aturanya 10 hari sebelum nikah di berikan kesempatan untuk mengurus datanya.

    ''Kalau ada warga tidak mampu membayar uang nikah, maka harus ada surat keterangan tidak mampu dari Desa setempat, jadi pada dasarnya tidak di beratkan", jelasnya. (*)


    Penulis | Irwandar