• Fenomena Hastag Protes Netizen dan Blokir Kominfo di Media, Ada Apa?

image_title
Ket: Muhammad Agung Subagja
  • Share

    BUMISULTRA

    Akhir-akhir ini telah beredar kabar mengenai Doxing data pribadi masyarakat yang dimana doxing data probadi masyarakat ini adalah tindakan menyebarkan informasi pribadi seseorang di internet yang dilakukan tanpa izin oleh pihak tak berwenang. Mengutip situs resmi Kominfo, metode ini digunakan untuk memperoleh informasi, termasuk mencari database yang tersedia untuk umum, situs sosial media, peretasan, dan rekayasa sosial.

    Hal ini bermula dari Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informati (Kominfo) dalam memblokir steam, epic games Dan PayPal hal ini menyebabkan keresahan di masyarakat. Adapun penyebab pemblokiran paltform tersebut karena tidak mendaftar di PSE ( Penyelenggara Sistem Elektronik) sejak bulan November tahun 2020.

    Mananggapi hal itu pihak Kominfo pun langsung memblokir paltform tersebut pada tanggal 30 Juli 2022. Dengan kebijakan pemblokiran Paltfrom tersebut banyak masyarakat terutama para gamer dan freelance yang menggunakan Paltfrom kewalahan.

    Karena terputus nya mata pencarian mereka dimana freelance tidak bisa mengambil uang dari hasil perkejaannya dan steamer game juga tidak bisa membuat atau melanjutkan gamenya yang akan di streaming kan di YouTube. Para freelance dan gamer yang tidak bisa menggunakan Paltfrom tersebut pun mulai marah dan memunculkan gerakan gerakan di media Twitter seperti beredar nya #BlokirKominfo# dan #Protesnetizen#.

    Pada Twitter Space#ProtesNetizen #BlokirKominfo yang di adakan, muncul beberapa teror yang di Masyarakat yang ikut serta. Pesan tersebut di dapatkan di whastapp dari nomor tidak diketahui isi pesan tersebut berisikan ancaman pembunuhan. Sehingga masyarakat merasa data pribadinya tidak aman lagi semenjak di daftarkan nya google dan WhatsApp ke Kominfo.

    Seperti salah satu peserta Twitter space bertajuk #ProtesNetizen #BlokirKominfo yang mendapat teror berinisial H. "Maksudnya apa tanya-tanya gitu di Twitter space? Haha kon*l. Keluarga lo ya abis ini," kata peneror kepada H.

    Ada juga Dustin Tiffany melalui akun Twitternya menyampaikan bahwa nomor ponselnya dipergunakan oleh pelaku untuk meneror para peserta dan pembicara diskusi Twitter space bertajuk #ProtesNetizen #BlokirKominfo.

    Menanggapi hal tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengaku tidak tahu mengenai hal tersebut. Ia menyerukan untuk mendorong perusahaan untuk mendaftar kan PSE. Bukannya menyelesaikan permasalah doxing data pribadi masyarakat.

    Kominfo malah memberikan kan ajakan mendorong perusahaan terkait untuk mendaftar ke PS. Sehingga masyarakat kurang mempercayai Kominfo yang dimana sudah tugas nya untuk menjaga kerahasiaan data pribadi masyarakat. Padahal seharusnya yang Kominfo lakukan adalah mengajarkan kepada masyarakat mengenai doxing agar data pribadi masyarakat tidak mudah dicuri.

    Saran penulis kepada Kominfo untuk lebih ketat dalam melindungi data pribadi masyarakat karena jika sesuatu terjadi kepada data pribadi seseorang. Maka Kominfo yang akan disalahkan karena sudah memegang data pribadi seluruh Masyarakat Indonesia. Sehingga Masyarakat Indonesia sangat mengharapkan ada nya kerahasiaan data pribadi. (*)

    Penulis: Mahasiswa UHO


    Penulis | redaksi