• Drama Penyanderaan 2 WNI Asal Wakatobi oleh Kelompok Teroris Abu Sayyaf Menemui Titik Terang

image_title
Ket: Marsekal Muda TNI (Purn) H. Supomo, S.IP.M.Sc dengan nelayan asal Wakatobi.
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI-- Drama penyanderaan 2 WNI asal  Kabupaten Wakatobi  oleh Kelompok Teroris Abu Sayyaf di Filipina Selatan, menemui titik terang, Kamis , 21  Februari 2019.  Jenderal Supomo (JS) Center  bertindak cepat  membantu proses pembebasan para sandera.

    Menurut Marsekal Muda TNI (Purn) H. Supomo, S.IP.M.Sc,  selaku Pembina JS Center pihaknya mengambil tindakan cepat mengingat kondisi  psikologis  kedua sandera dan  keluarganya.

    “Kami bertindak demikian, karena kami memahami betul bagaimana kondisi psikologis  sandera dan keluarganya yang sangat tertekan.  Mereka dalam situasi ketidak pastian, antara hidup atau mati.  Apalagi aksi teror bertujuan menimbulkan ketakutan yang luar biasa. Kami sangat prihatin dengan kasus ini,” jelasnya.

    Komunikasi intensif dibangun antara JS Center dengan pihak  Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sejak informasi penyanderaan diterima.  Komunikasi pertama antara JS Center dengan BNPT terjadi hari Rabu, tanggal 20 Februari 2019, pukul 10.00 Wita. berupa laporan tentang penyanderaan 2 WNI asal  Kabupaten Wakatobi oleh kelompok teroris, Abu Sayyaf.  Komunikasi lanjutan antara JS Center dengan pejabat BNPT dilakukan pada  Rabu,  20 Pebruari 2019, pukul 19.21 Wita, yang mendapatkan  respon positif dari BNPT.

    “BNPT  segera tindak lanjuti melalui prosedur  dan mekanisme yang berlaku,  baik melalui saluran diplomatik maupun jalur khusus yang sudah terbangun dengan pemerintah Filipina, “ jelas Marsekal Muda TNI (Purn) H. Supomo, S.IP.M.Sc, yang juga pernah mengikuti Kursus Anti Terror- di Hawaaii, Amerika Serikat.

     Hingga Kamis, 21 Pebruari 2019 pukul 00.44 Wita, JS Center masih menjalin komunikasi  intensif dengan BNPT. Penangganan kasus ini sedang berlangsung yang berada dibawah kendali BNPT. 

    Atas pertimbangan keamaan, operasi- operasi pembebasan sandera 2  WNI asal Wakatobi,  tidak dapat diuraikan secara detail di media.  Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua ini menyatakan  yakin dan optimis akan kemampuan pemerintah khususnya BNPT dalam menyelesaikan kasus penyanderaan ini. 

    Dalam komunikasinya dengan  relawan Sahabat Pomo, Marsekal  Muda TNI (Purn)   H. Supomo, S.IP.M.Sc, meminta agar kasus  penyanderaan  ini harus diprioritaskan  karena menyangkut  nyawa manusia.

    “Jangan anggap enteng, apalagi masa bodoh. Kita semua harus punya empati, karena sama-sama warga Sultra. Saya ini orang pesisir yang bisa merasakan betapa stressnya  sandera dan keluarganya saat ini. Sekali lagi,  Kami sangat prihatin , dan mendoakan semoga kedua sandera, Hariadi dan Hery bisa segera dibebaskan dengan selamat dan berkumpul lagi dengan keluarga, ” jelasnya.

     Kedua sandera, Hariadi dan Hery adalah dua nelayan  asal Desa Kalimas dan Desa Sandi, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. Keduanya disandera oleh Kelompok Teroris Abu Sayyaf saat melaut di perairan Sandakan, Malaysia. Kedua disandera Abu Sayyaf selama 3 bulan. Pihak Abu Sayyaf pun sempat meminta tebusan 10 miliar kepada keluarga korban, jika  ingin kedua sandera dibebaskan. (**)


    Penulis | Sherly




Berita Terpopuler