• Gubernur Sultra Menilai Peran MUI Mampu Jalankan Fungsinya dengan Baik

image_title
Ket: Gubernur Sultra Ali Mazi membuka Musda VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (22 Januari 2021) malam. Dalam kesempatan itu, Gubernur berpesan agar dalam proses pemilihan kepengurusan, mengedepankan prinsip saling mendahulukan dan tidak saling mendahului.

    Saat mengawali sambutannya, Gubernur menyampaikan sebuah hadits Nabi Muhamamd SAW yang menjelaskan bahwa tegaknya dunia melalui empat perkara, yaitu ilmunya ulama, adilnya pemimpin, kedermawanan orang kaya, dan doanya fakir miskin.

    Hal ini mengisyaratkan bahwa ulama merupakan sosok yang memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni, serta integritas keimanan dan ketkawaan yang kokoh. Dengan demikian, ulama memiliki peran yang sangat penting dan strategis, baik dalam konteks hubungan dengan Allah SWT maupun dengan manusia.

    Melalui musda ini, Gubernur berharap MUI Sultra sukses menyatukan pikiran dan pendapat di antara peserta, serta mensinergikan langkah bersama dalam rangka meneguhkan eksistensi dan peran kelembagaan MUI di daerah ini, sehingga dapat menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan Sultra yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat secara berkelanjutan.

    "Selain itu, saya juga berharap sinergitas dan kemitraan harmonis yang telah dibangun selama ini dengan berbagai elemen dapat dipertahankan dan dilanjutkan di masa yang akan datang,” kata Gubernur.

    Gubernur menilai, keberadaan MUI Sultra telah mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, khususnya dalam pembinaan dan pelayanan umat untuk mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai, t idak saja bagi internal umat Islam tetapi juga antar umat beragama.

    Terkait dengan terbitnya Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2021 tentang yang menyatakan bahwa produk vaksin Covid-19 yang digunakan oleh pemerintah adalah halal, Gubernur berharap, informasi tentang fatwa tersebut dapat tersosialisasi dengan baik.

    Hal ini untuk menghindari timbulnya ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan di kalangan masyarakat terhadap kegiatan vaksinasi Covid-19 akibat adanya informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Sementara itu, Ketua Panitia Musda Zainal Mustamin dalam laporannya menyampaikan bahwa musda dengan “Meningkatkan Peran MUI dalam Memasyarakatkan Islam Wasathiyah dan Toleran” ini akan berlangsung selama tiga hari yang diikuti perwakilan pimpinan MUI se-Sultra secara terbatas. Agenda utama musda adalah memilih pengurus baru periode 2021-2026. 

    “Di sela-sela musda ini, kita juga akan mendialogkan isu-isu strategis seputar Islam Wasathiyah dan toleran melalui pembangunan berbasis spiritual di Sultra, bersama  narasumber pilihan, yakni Kapolda, Kabinda, Ketua DPRD, Kakanwil Kemenag, Ketua Pimpinan Wilayah NU, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan Walikota Kendari,” jelas Zainal.

    Sedangkan Ketua MUI Sultra Periode 2016-2021 KH. Mursidin dalam sambutannya mengungkapkan, sebagai forum tertinggi di lingkungan MUI, musda mempunyai arti penting tidak hanya untuk melakukan konsolidasi organisasi MUI tingkat kabupaten/kota tetapi juga melakukan penyegaran pengurus MUI Sultra dengan semangat baru.

    Terkait dengan tema musda yang diusung kali ini, Ketua MUI Sultra berpandangan bahwa pengarustutamaan Islam Wasathiyah di Sultra, yang merupakan misi utama dakwah MUI, masih tetap relevan untuk terus disampaikan kepada umat Islam agar dapat dipahami dan diyakini.

    Islam Wasathiyah adalah Islam dengan pemikiran yang berada di tengah-tengah.

    Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Abdullah Alhadza mengungkapkan, dalam kurun waktu lima tahun mendatang, ada empat hal yang akan diperjuangkan MUI. Pertama, Sultra yang adil, dimana keadilannya bisa dinikmati oleh segenap elemen masyarakat dan oleh setiap strata sosial.

    Kedua, Sultra yang makmur, dimana rakyatnya yang asketis (hidup sederhana) dan relijius, bukan yang hidup glamour dan hedonis. Ketiga, Sultra yang aman, dimana rakyatnya tulus berpartisipasi mengawal kedamaian daerah dan keutuhan NKRI. Keempat, sultra yang sejahtera, dimana masyarakatnya senantiasa mengekspresikan kerinduan spiritual .

    Sejumlah pejabat tampak hadir dalam pembukaan musda tersebut, di antaranya Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Kepala BIN Daerah, dan Sekretaris Daerah. Bupati Buton dan Muna Barat juga turut terlihat dalam acara yang juga digelar secara virtual ini.(*) 

     

    Sumber : Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ridwan Badallah, S.Pd, MM


    Penulis | Oktavia