• BI Sebut Transaksi Non Tunai di Sultra Meningkat di 2020

image_title
Ket: Pertumbuhan ekonomi Sultra
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra), bahwa triwulan III 2020, transaksi non tunai di Sultra mengalami peningkatan sebesar 5,48 persen (qtq) atau selisih 7.662 transaksi dibanding triwulan sebelumnya (triwulan II 2020).

    Dalam acara Bincang Bersama Media melalui zoom meeting, Kamis (14/1/2021) Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Bimo Epyanto, mengatakan, triwulan II 2020 sebanyak 50.810 transaksi, sementara pada triwulan III 2020 sebanyak 54.472 transaksi.

    "Untuk terus mendorong dan mendukung transaksi non tunai, pihaknya telah mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.

    Diantaranya, sambung dia, mengadakan sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

    Dia, menambahkan, khusus untuk perkembangan penggunaan QRIS, hingga saat ini semakin banyak pelaku usaha atau UMKM yang menggunakan QRIS, agar memudahkan masyarakat untuk bertransaksi non tunai.

    "Per 5 Januari 2021, ada 3.369 yang menggunakan QRIS di Sultra, tersebar di Kendari, Baubau, Konsel, Muna dan lainnya. Kami juga sedang memperluas penerapan QRIS ke pasar dan tempat umum," tutup Bimo.

    Perlu diketahui, QRIS adalah standar QR Code untuk pembayaran non tunai di Indonesia, yang dikembangkan oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

    QRIS digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. QRIS secara nasional efektif berlaku sejak 1 Januari 2020 lalu. (*)


    Penulis | Septiana