• Baru 10 Persen Merchant di Sultra Mendaftar QRIS

image_title
Ket: Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sultra, Surya Alamsyah. Foto : Septiana
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Mempercepat keuangan inklusif serta mendorong efisiensi perekonomian dan memajukan UMKM, Bank Indonesia (BI) telah merilis QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai stadar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia.

    Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sultra, Surya Alamsyah, mengatakan, QRIS Merchant Presented Mode (MPM) baik static maupun dynamic telah diimplementasikan mulai 17 Agustus 2019 dengan masa transisi hingga 31 Desember 2019.

    "Dan per 1 Januari 2020 kemarin, semua merchant diwajibkan menggunakan QR dengan standar QRIS," ungkap Surya kepada awak media, Selasa (10/3/2020).

    Perlu diketahui pula, lanjutnya, transaksi cross inbound dengan menggunakan QRIS MPM menyasar wisatawan mancanegara dan TKI, khususnya dari negara ASEAN. Seperti Tiongkok, India, Hong Kong, Korea Selatan, dan Jepang. Sementara, transaksi cros border outbound menggunakan standar QR yang berlaku di negara tujuan menyasar jemaah haji dan wisatawan Indonesia yang ke luar negeri (ASEAN).

    Dia, menambahkan, total merchant terdaftar QRIS di wilayah NKRI per 16 Desember 2019 sejumlah 1.294. 695 dan per 20 Januari 2020 ialah 2. 251. 136. Dimana, 26 pasar di 11 provinsi telah terimplementasi QRIS. Begitupun universitas, sebanyak 9 universitas di 8 provinsi juga telah terimplementasi QRIS.

    "Di Sultra sendiri merchant yang sudah melakukan pendaftaran QRIS mencapai 800 merchant, angka tersebut baru 10 persen yang ada di Sultra," katanya. (*)


    Penulis | Septiana