• BI Sebut Perekonomian Sultra Masih Tumbuh Stabil

image_title
Ket: Bincang Bareng Media (BBM) oleh BI di Ruang Bokori, Kamis (22/8/2019).
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Pada triwulan II 2019, Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) masih mampu tumbuh stabil dengan kecendrungan melambat dibandingkan periode sebelumnya. Ini diutarakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Suharman Tabrani di acara Bincang Bareng Media di Ruang Bokori BI, Kamis (22/8/2019).

    Dia mengungkapkan, kondisi pertumbuhan ekonomi Sultra pada triwulan II 2019 ditopang oleh tiga sektor utama yaitu, pertanian, industri dan pertambangan. Sementara itu, capaian inflasi Sultra pada Juli 2019 berada pada level yang terjaga dan berada dalam target nasional sebesar 3,5 persen + 1,0 persen.

    "Selain itu, kinerja perbankan juga masih terjaga," ucapnya.

    Dia, menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sultra disisi pengeluaran ditopang oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan ekspor. Adapun disektor investasi dan inpor menjadi sektor yang sangat menurun. Dimana, faktor cuaca dan bencana banjir menyebabkan gangguan pada pertanian atau gagal panen, pertambangan dan konstruksi.

    "Total pertumbuhan ekonomi Sultra triwulan II mencapai 6,30 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," katanya.

    Hal ini, sambung dia, dipicu oleh perbaikan produksi pertanian, kemudian konstruksi dan pertambangan kembali pulih seiring cuaca yang kondusif. Lanjutnya, share ekonomi Sultra terhadap perekonomian nasional hanya sebesar 0,85 persen. Sedangkan, share terhadap provinsi yang ada di Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) hanya sebesar 10 persen.

    "Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan itu bersumber dari beroperasinya smelter dan proyek pembangunan smelter yang tengah berlangsung," tutur Suharman.

    Ekonomi Sultra masih dia, hingga akhir tahun 2019 diproyeksikan dapat meningkat atau semakin tumbuh diangka 6,7 persen. Pihaknya sangat optimis terhadap tumbuhnya ekonomi Sultra kedepan. Dimana, hal tersebut didukung oleh industri pengolahan yang semakin digenjot pemerintah daerah. Disamping berbagai sektor pendukung lainnya yang masih cenderung membaik. (*)


    Penulis | Septiana