• Pemuda Kreatif Manfaatkan Limbah Plastik Menjadi Kerajinan Bernilai Seni

image_title
Ket: Hasil kerajinan dari limbah
  • Share

    BUMISULTRA

    MUBAR--Memanfaatkan limbah plastik pipa PVC menjadi kerajinan yang juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, itulah yang dilakukan oleh salah seorang pemuda LM Irman Asmani (28) asal Desa Wandoke, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Bakat yang dimiliki oleh Irman sudah ada sejak ia duduk di bangku sekolah, namun dengan berkembang nya daerah yang ada di sekitar nya, saat ini Irman mengkolaborasikan antara bakat nya dengan melestarikan lingkungan, terutama sampah plastik yang susah untuk terurai yang kemudian di jadikan kerajinan yang bernilai seni.

    Demi mendalami bakat nya ia terus belajar melalui you tube agar bisa membuat karya seni dengan model yang berfariasi, dan dari situlah dia memanfaatkan limbah plastik pipa PVC menjadi lampu hias, tempat tisu, stan tempat air mineral, hingga gantungan kunci dan lain-lain.

    Menurut Irman proses pembuatan lampu hias cukup sederhana tanpa harus mengeluarkan modal yang banyak, namun dia hanya kesulitan pada pelukisan corak pada lampu hias karna harus butuh keahlian khusus serta teliti, sehingga dapat memakan waktu satu atau dua hari.

    "Kalau pembuatan lampu hias, hanya membutuhkan pipa bekas tiga hingga empat, bola lampu, cat semprot dan bor ukir, kemudian saya buat dengan model yang berfariasi, bahkan sudah mencapai puluhan lampu hias yang saya buat, baik model duduk, tempel maupun gantung." ungkapnya Rabu (17/7/2019).

    Irman juga mengatakan harga dari lampu hias tersebut cukup berfariasi, tergantung kerumitan nya, untuk ukiran kaligrafi, foto wajah, jam analog, serta gambar animasi kartun berkisar Rp. 100 ribu hingga Rp. 350 ribu di luar ongkos kirim.

    "Saat ini pemesanan sudah sampai Kota Raha, Kendari sampai Makasar. Kalau untuk pendapatan dari lampu hias tidak tetap, karna kami membuat ketika ada pesanan, terkadang dalam satu bulan kami hanya mendapat pesanan delapan hingga sepuluh buah, dengan harga Rp. 400 ribu hingga Rp. 700 ribu. " Jelasnya

    Selain itu pemuda kreatif asal Mubar ini juga mengatakan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan, terutama sampah plastik, dari dulu ia ingin mengajak semua teman-teman untuk berkarya sambil melestarikan lingkungan, tapi hal tersebut tidak pernah kesampaian dikarenakan masing-masing memilih profesi yang di tekuni nya.

    "Dari pada tidak pernah kesampaian, lebih baik bergeraka sendiri dengan mengolah sampah plastik menjadi kerajinan yang bernilai seni dan dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah kemudian bisa mengurangi limbah plastik yang merusak lingkungan salah satu nya limbah pipa paralon." Sambungnya

    Dengan bakat yang ada, dia berharap kedepan nya bisa mengembangkan usaha nya tersebut jika semua peralatan yang ia butuhkan telah lengkap, seperti komputer untuk mendesain wajah dan kaligrafi, sesuai pemesanan konsumen, dan printer. Di karenakan saat ini ia belum memikiki perlengkapan tersebut, sehingga selama ini ia mendesain gambar secara manual.

    "Saya sudah membuat proposal permohonan bantuan modal usaha mandiri kepada Pemda Mubar, melalui Bupati Mubar LM Rajiun Tumana yang di tujukan pada Disperindag." tuturnya.

    Bagi anda yang berminat ingin menghias ruang tamu atau pun ruang kamar menjadi cantik dengan lampu hias yang terbuat dari pipa paralon, anda bisa memesan nya langsung melalui nomor saya +6281381253215 atau bisa langsung ke kediaman kami di Desa wandoke terimah kasih. tutup Irman. (*)

     


    Penulis | Almuizu