• Pemda Wakatobi Teken MoU Produk Unggulan Rumput Laut

image_title
Ket: Berfoto bersama nelayan usai Penandatangan Kerjasama, UHO, NSLIN, PT. BSS,
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI-- Untuk mengembangkan Produk Unggulan Rumput Laut Pemerintah Daerah Wakatobi menandatangani perjanjian kerjasama (MOU) dengan National Support for Local Investment Climates (NSLIC) / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED).

    Bertempat di Aula Wisata Ampupu Waktobi, Selasa (09/10/2018), Wakil direktur NSLIC, Ferry menyampaikan pentingnya Kerjasama ini untuk memajukan suatu produk unggulan rumput laut di Wakatobi.

    ''Ada empat faktor yang kami perhatikan, satu upaya untuk mendukung dan proses bagaimana mengembangkan kerja dari tantangan usaha.  kedua Proses kerjasama antar pihak, ketiga pengembangan ekonomi lokal di Wakatobi yaitu dengan mendukung pengembangan produk unggulan rumput laut. Dan yang keempat fokus pada usaha kecil menengah untuk memperkuat upaya berkelanjutan "tambahnya

    Lebih lanjut katanya untuk mengembangkan produk unggulan rumput laut, NSLIN juga bekerjasama dengan universitas Haluoleo, dan PT.Baruna Sumber Sejahtera.

    "Dengan kerjasama NSLIN, UHO, dan PT. Baruna Sumber Sejahtera kami inginkan diwakatobi ini bisa menjadi percontohan pengembangan rumput laut dari beberapa daerah,''  katanya. 

    Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud menyampaikan harapan besarnya dari kerjasama ini agar masyarakat desa kelompok nelayan rumput laut di Wakatobi bisa mengembangkan perekonomian.

    ''Dengan adanya  MOU ini harapan besar saya agar bisa menambah nilai perekonomian masyarakat nelayan kelompok rumput laut, dan tentunya kami juga akan bekerjasama dengan kementerian Desa karena ini juga untuk mengembangkan perekonomian desa dan ini merupakan produk unggulan Desa", tandasnya.

    "Kami inginkan petani rumput laut menjadi petani yang mandiri agar petani diwakatobi ini menjadi sumber yang bisa menciptakan perekonomian didesa yang ada diwakatobi ini dan salah satu syaratnya Kelompok tani ini harus ada koperasinya", tambahnya

     Dengan hadirnya perusahaan di Wakatobi, Ilmiati Daud menambahkan nilai positif dari MOU ini,  sebelum masuk perusahaan ini tentunya para petani harus mengirim hasil rumput lautnya ke Baubau dan tentunya itu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. ''Alhamdulillah perusahaan sudah ada jadi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengiriman,''  jelasnya

    Lanjutnya Pihak Pemerintah Daerah Wakatobi akan mengaktifkan Dua Gudang yang ada yaitu satu di Pulau Wangi-wangi dan satu di Pulau Kaledupa dengan memanfaatkan Tol Laut

    Sementara itu dari Pihak PT. Baruna Sumber Sejahtera (BSS) akan membangun satu konsep dan tidak bergantung 100 persen dari pemerintah dan cukup sekali saja jangan terus-terusan.

    ''PT. BSS juga menyediaakan koperasi penyediaan bibit , fenomena petani hari ini dengan kendala sumber bibit, kementerian saja terbatas karena laboratorium", ungkap CEO, Guntur

    Menurutnya penyediaan bibit ini akan mendorong petani untuk terus mengembangkan produk unggulan Rumput Laut",Kami akan mensupport Pemda dengan bantuan bibit tentu dengan jual beli sehingga petani dikendalikan Pemda. Lalu disalurkan ke petani lewat koperasi", tutupnya. (*)


    Penulis | Harianto