• Rupiah Anjlok, Harga Suku Cadang di Koltim Naik

image_title
Ket: Dollar naik harga suku cadang juga naik dibeberapa daerah
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR - Naiknya dollar, anjloknya rupiah saat ini sudah tembus Rp 14.909  telah mempengaruhi kenaikan harga barang di Kolaka Timur (Koltim). Dari hasil pantauan media di wilayah Ladongi hingga Kecamatan Lambandia yang merupakan basis perekonomian terbesar di Koltim, ada dua jenis barang yang mengalami kenaikan yakni harga material dan suku cadang kendaraan.

    Salah satu pengusaha alat bangunan dan suku cadang kendaraan H. Monas kepada Media ini mengungkapkan selama melemahnya rupiah sangat dirasakan bagi  pengusaha dan juga berdampak pada pembeli. ''Dimana  kenaikan sampai 5%, dan semua jenis onderdil motor mengalami kenaikan", ungkapnya saat di temui di tokonya yang beralamat di Desa Gunung Jaya Kecamatan Dangia, Sabtu (15/09).

    Ia menambahkan harga semen juga mengalami kenaikan yang tadinya harga 70 ribu kini naik menjadi 75 ribu, besi 10 harga sebelumnya 70 ribu kini naik menjadi 80 ribu per batangnya.

    "Yang jelas kenaikan harga suku cadang kendaraan rata naik hingga 5%, dampaknya daya beli masyarakat atau konsumen melemahi, dengan demikian kami juga pengusaha mengalami kendala, terutama persediaan kami jelas susah di jual cepat, sementara modal harus berputar, cemasnya.

    Hal ini juga di rasakan salah satu warga Maulana pihaknya sekarang kesulitan membeli bahan bangunan, karena harganya sangat melambung, kemudian pihak toko pun tidak ingin di DO atau uang muka, alasanya mereka rugi karena harga selalu mengalami kenaikan, ini akibat melemahnya rupiah.

    Namun di sisi lain, harga sembako justru stabil tidak ada kenaikan, kata salah seorang warga. 

    Sementara itu Anis petani Sawah mengungkapkan saat ini harga pupuk tidak ada kenaikan, begitupun dengan harga racun tidak mengalami kenaikan,''Bagi kami petani tidak terpengaruh terhadap melemahnya rupiah," pungkasnya. (*)


    Penulis | Irwandar