• Peringatan Isra Mi'raj, Usman Batjho Ajak Warga Selalu Bersihkan Hati

image_title
Ket: Kades Pangi Pangi Usman Batjho saat memberikan sambutan pada acara Isra Mi'raj di masjid jabal nur, Jumat (09/02).
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR - Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1445 H / 2024 M sebagai momentum untuk meningkatkan kecerdasan spritual bagi masyarakat Desa Pangi - Pangi Kecamatan Poli - Polia Kabupaten Kolaka Timur.

    Bukan saja pembangunan secara fisik saja di lakukan di Desa, namun lebih dari itu nilai - nilai religius harus di tumbuh kembangkan di tengah masyarakat agar terjadi keseimbangan kehidupan yang pada ahirnya akan terjadi sinergitas antara warga dan Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah secara Umum dan secara khusus di Pangi - pangi.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Pangi - Pangi Usman Batjho saat memberikan sambutan di hadapan jamaah Is?a Mi'raj yang kegiatan di laksanakan di masjid.Jabal Nur Pangi - Pangi, jumat (09/02).

    Kata Usman, kita perlu memaknai peringatan Isra Mi'raj sebuah perjalan Nabi Muhammad SAW, sebuah perjalan teristimewa yang banyak hikma yang bisa kita petik.

    "Dalam diri manusia ada segumpal daging yang namanya Hati, hati inilah yang harus kita bersihkan dari segala hal - hal yang kotor, perjalanan hati yang bersih, dengan demikian kita bisa memahami apa yang menjadi tugas kita di dunia sebagai Sunnatullah dan apa menjadi kewajiban kita kepada Allah", ungkapnya.

    Ditambahkanya, pada hakekatnya pada diri manusia itu bermajelis, berkumpul, seperti saat ini mendengarkan ceramah, menambah ilmu wawasan keagamaan dan tak kalah penting adalah tindak lanjut dari wawasan yang kita dapat dari ceramah ditengah masyarakat, imbuhnya.

    "Sebagai Pemerintah Desa, tidak hanya pembangunan secara fisik di lakukan di Desa melalui dana Desa tapi juga kegiatan religius tak kalah penting untuk membangun masyarakat dalam hal ini nilai - nilai keagamaan sebagai dasar dalam bermasyarakat dan membangun Daerah", tandasnya.

    Sementara itu, Ustad Wahid Hasyim dalam ceramahnya memaparkan secara detail terkait kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu Suri Tauladan dalam kehidupan sehari.

    Dikatakanya, sebagai manusia harus mampu memahami hakekat dari segumpal daging dalam diri manusia yaitu hati, agar kita selalu membersihkan diri dari segala perbuatan tercelah.

    Pelajaran Isra Mi'raj berikutnya adalah, perbanyak Zikir kepada Allah, dalam surah Al isra tersebut ada kaliamat SubhanALLAH maha suci, para ulama menafsirkan bahw SubhanALLAH adalah bentuk kegaguman, jadi peristiwa Isra bukan perustiwa biasa tapi peristiwa luar biasa dalam mensucikan hati.

    Dan terakhir pelajaran dari Isra adalah Shalat, sesibuk apapun kita sebagai hamba untuk selalu menjakan Shalat, agar hati kita selalu bersih, hati tenang dan terhindar dari segala perbuatan tercela, tutupnya.

    Hadir di kegiatan Isra Mi'raj Tokoh agama, masyarakat serta majelis taklim Pangi - pangi yang di gelar usai shalat Jumat.


    Penulis | Irwandar