• Mutasi Ratusan Guru di Muna Diduga Dendam Politik di Pilkada

image_title
Ket: Ilustrasi
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Mutasi ratusan Guru di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga karena dendam politik pada Pilkada Muna 2020 lalu. Pasalnya, pemindahan tersebut tidak sesuai prosedural tanpa mempertimbangkan jarak mengajar yang ditempuh para guru.

    Korlap Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMP2), Hasan Jufri mengatakan, apa yang dilakukan BKPSDM Muna kepada nasib 222 guru merupakan tindakan sewenang wenang tanpa memikirkan jarak tempuh mengajar apalagi sampe dipindahkan menyebrang laut.

    "Ada yang dipindahkan dari kecamatan kabangka hingga diseberang Muna, dan terpisah dari anak dan suami/istri. Bahkan dalam aturan pemutasian bisa dipindahkan dengan minimal jarak yang ditempuh 10-15 kilo. Tapi ini malah hampir 100 kilo," ujarnya pada Bumisultra.com, Kamis (10/6/2021).

    Menurut Jufri dalam pernyataan sikap pada saat demonstrasi Senin (7/6/2021) lalu  bahwa mutasi ni diduga diakibatkan dari laporan tim  salah satu pemenang calon Bupati pada Pilkada Muna tahun 2020. Dimana guru yang mengalami mutasi karena tidak mendukung Calon Petahana yang memenangkan pesta demokrasi.

    "Dugaan kami berdasarkan maraknya wacana pemindahan guru, PNS, Penahanan KGB dan SK kenaikan pangkat, pemecatan sejumlah tenaga honorer baik yang sudah tersertifikasi maupun belum,'' ungkapnya.

    Sementara itu Kepala BKPSDM Muna, Sukarman Loke disalah satu media online lokal menanggapi dengan santai terkait demonstrasi tersebut. Menurutnya yang dilakukan cuman menertibkan dari yang gaduh menjadi tidak gaduh sekaligus penyegaran dilingkup ASN.

    Ia juga bersikukuh tidak akan membatalkan mutasi atau mencabut karena tidak ada satupun yang dilanggar dan mutasi itu dianggap Legal.

    "Ini hanya sebuah penyegaran yang dilakukan,'' tandasnya. (*)


    Penulis | Ali Once