• Petugas Kapal Fery Kolaka Larang Penumpang Mudik

image_title
Ket: Petugas pelabuhan fery Mekongga Kolaka memperketat penjagaan bagi penumpang yang akan mudik.
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA- Kapal Fery di kabupaten Kolaka yang selama ini penumpangnya membludak, kini tidak dizinkan satupun penumpang naik dengan tujuan mudik, pasca berlakunya larangan mudik oleh Pemerintah.

    "Sejak peraturan di berlakukan, tidak ada satupun penumpang perorangan yang boleh menyebrang menggunakan kapal feri dari Kolaka menuju Bajoe, provinsi Sulawesi Selatan," kata Kapolsek kawasan pelabuhan Kolaka Ipda Maharani, Selasa (11/05/2021).

    Pelarangan penumpang untuk mudik melalui kapal fery menurut Maharani, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu wajib dipatuhi demi kepentingan bersama. Untuk itu, saat ini diberlakukan yang bisa naik kapal fery hanya sopir truk yang mengangkut bahan logistik, dimana rata-rata hanya 10 unit kendaraan truk dan mobil pick up.

    "Kafal fery yang beroperasi di pelabuhan Mekongga Kolaka, memiliki kapasitas untuk mengangkut mobil truk dan open cup sampai 30 unit. Namun dengan kondisi pendemi dan aturan pemerintah, kapal dari Kolaka hanya mengangkut 10 unit saja," katanya.

    Maharani menegaskan, pihaknya tidak memberikan toleransi pada masyarakat yang mau mudik menggunakan fery. Seperti halnya truk pemuat logistik yang mencoba mengelabui petugas, sebab sudah ada aturan yang dibuat bagi kendaraan 10 roda hanya memuat 3 orang termasuk supir, serta kendaraan roda 6 hanya 2 orang.

    "Truk pengangkut logistik dari Kolaka menuju Bajoe mengangkut hasil perkebunan, pertanian, perikanan dan hutan. Sementara kendaraan logistik dari Bajoe mengangkut sembilan bahan pokok," tegas Ipda Maharani.

    Ditempat terpisah, salah seorang warga Kolaka Asdar mengaku untuk tahun ini terpaksa dia tidak pulang lebaran di kabupaten Bona (Sulsel), sebab dirinya tidak bisa menggunakan jasa fery pasca terbitnya larangan mudik dari Pemerintah.

    "Apa boleh buat, tahun ini kami tidak bisa pulang ke Bone lebaran dengan keluarga seperti tahun sebelumnya, karena penyeberangan fery sudah ditutup untuk penumpang umum sejak tanggal 06 Mei," sesal Asdar. (*)


    Penulis | Armin Arsyad