• Humas PT Tiran Berikan Klarifikasi Terhadap Tudingan LSM

image_title
Ket: Humas PT Tiran, H La Pili S Pd
  • Share

    BUMISULTRA

    KONUT--Humas PT Tiran, H La Pili S.Pd kembali membantah apa yang ditudingkan LSM terhadap penambangan yang dilakukan PT Tiran di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tengara (Sultra). Dikatakan, apa yang di sampaikan Hendro Nilopo selaku Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) itu adalah keliru.

    “Terkait ilegal mining yang di alamatkan kepada PT. Tiran Indonesia tidak benar, dokumentasi berupa gambar kegiatan eksplorasi yang saudara Hendro punya itu bukan kegiatan PT. Tiran Mineral.  Boleh jadi itu pihak lain yg dilakukan secara ilegal. Kemudian mengenai Izin Lingkungan yang Inprosedural itu juga keliru,'' katanya.

    Lebih lanjut mantan anggota DPRD Sultra ini bahwa memang benar tahapan atau SOP penerbitan izin lingkungan yang di sampaikan oleh Direktur Ampuh itu sesuai dengan ketentuan PP 27 tahun 2012.

    ''Tapi kami diberikan kebijakan oleh Kementerian LHK RI berupa MoU Kesanggupam menyelesaikan Amdal dihadapan Notaris paling lambat 3 Bulan dan itulah sebagai dasar keluarnya Izin Lingkungan,'' urai Humas PT Tiran, La Pili dalam siaran persnya pada media, Jumat (16/4/2021).

    Olehnya itu dia berharap, kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Konawe Utara untuk bisa mendukung pembangunan semelter PT. Tiran Mineral agar kekayaan Sumber Daya Alam (SDA)  Konawe Utara bisa dinikmati oleh masyarakat Konawe Utara itu sendiri khususnya serta masyarakat Sulawesi Tenggara pada umumnya.

    “Kalau ada yang menurut teman-teman salah, silahkan di sampaikan kami selalu terbuka, apa lagi jika kritikan yang diberikan itu untuk percepatan pembangunan semelter. Sekali lagi kami sangat terbuka. Jadi mari sama-sama kita mendukung dan mengawal pembangunan Semelter ini agar segera  dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Konawe Utara khususnya dan masyarakat Sultra secara umum,'' imbuhnya. (*)


    Penulis | Suhardiman Sawali