• Izin IPPKH Belum Dikantogi, PT. CSM Diduga Menambang Dalam Kawasan

image_title
Ket: Ilustrasi
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT  - Seluas 475 hektare wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki  PT.Citra Silika Malawa (CSM) di Blok Sua - sua (Potoa) Totallang desa Sulaho Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang diduga masuk wilayah Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Kawasan Hutan Lindung (HL), tidak memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 475 hektare sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Kolaka Utara, nomor 540/62 Tahun 2011 tersebut, pernah dicabut setelah ada kisruh antara PT CSM dan Pemda Kolut.namun, Perusahaan ini kembali aktif setelah melakukan gugatan ke Pegadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, dan pihak PT. CSM dinyatakan menang.

    Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Kepala bidang (Kabid) Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan (P2H), Beni Raharjo mengungkapkan bahwa, data dari Dinas Provinsi Sultra. yang memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk perusahaan tambang di Kolaka Utara yang masuk permohonan yang beroperasi dalam kawasan hutan, hanya ada enam perusahaan yakni, PT. Patrindo Jaya Makmur, PT. Mulia Makmur Perkasa, PT. Kolaka Mineral Resources, PT. Rusa Tamita, PT. Rekayasa Utama Interland dan PT. Sarana Bumi Minerindo.

    "Baru enam perusahaan yang memiliki IPPKH di Kolaka Utara, selain itu belum ada didata kita, termasuk PT.CSM pak," Kata Budy Raharjo melalui pesan WhatsApp nya, Senin (22/2/2021).

    Beni Raharjo juga mengaku bahwa, dirinya belum mengetahui persis lokasi, kawasan IUP PT. CSM di Blok Sua - sua tersebut, apakah masuk dalam titik kordinat  kawasan hutan lindung atau tidak, karena perusahaan ini belum ada masuk permohonan di Dinas Kehutanan Provinsi Sultra.

    "Saya belum tahu lokasi IUP nya, masuk HL atau tidak, karena belum ada masuk permohonannya," pungkasnya.(*)


    Penulis | Bahar