• Kalau Terjadi Penyimpangan APBD, Tidak Mungkin Koltim Raih WTP

image_title
Ket: Irwan Pabetai mantan anggota DPRD Koltim.
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR - Secara logika, tidak mungkin suatu daerah akan meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP atas pengelolaan keuangan dalam satu tahun, jika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan APBD nya.

    Hal itupun yang terjadi di Kolaka Timur atau Koltim di bawah kendali seorang Drs. H. Tony Herbiansyah, M.Si. Sejak pengeloaan keuangan Tahun 2018 dan 2019 selalu meraih WTP.

    Untuk itu, jika Sekwil DPW LIRA Sultra Heri Tri Ajis, membeberkan dengan adanya dugaan penyimpangan APBD Koltim Tahun 2019, dinilai keliru dan mengada ada.

    “Lah bagaimana mau ada penyimpangan, LKPJ Bupati Koltim Tahun 2019 kami baru saja paripurnakan dan disetujui seluruh fraksi. Kalau ada yang tidak beres, pasti ada fraksi yang akan menolak dengan tegas,” tegas Irwan Pabetai mantan anggota DPRD Koltim, Senin (29/9/2020) menanggapi pernyataan Sekjen LIRA tersebut disalah satu media online.

    Menurut Irwan Pabetai, dasar DPRD Koltim untuk mem paripurnakan sampai mengesahkan LKPJ ini, adalah berdasarkan laporan hasil pemeriksaan dari BPK RI Perwakilan Sultra selaku lembaga resmi dan independen yang berhak menentukan terjadi penyimpangan atau tidak.

    Dijelaskan Irwan, jika ada temuan, maka akan diperbaiki dan di tindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK dan pada akhirnya semua rekomendasi BPK itu sesuai dengan ketentuan perundangan. Sehingga Koltim mampu meraih WTP dua tahun berturut-turut.

    “Jadi, jika seperti yang diuangkapkan oleh Sewil LIRA tersebut, itu adalah temuan awal yang kemudian dicocokkan untuk diperbaiki. Dan pada akhirnya semua itu termentahkan, sehingga Koltim mampu meraih WTP dua tahun berturut-turut,” jelasnya.

    Dengan pemberitaan ini, justru Irwan Pabetai mempertanyakan kapasitas LIRA Sultra ditengah proses politik seperti ini.

    “Saya jadi heran, ada kapasitas apa LIRA Sultra membeberkan ini semua di tengah-tengah tahun politik seperti ini. Mungkin sudah ditunggangi untuk menjatuhkan petahana agar terlihat jelek ditengah masyarakat Koltim sendiri,” jelasnya penuh keheranan. (*)


    Penulis | Irwandar