• Bantuan Modal Usaha Tanpa Bunga, UMKM Bersinar Jangkau Masyakarat Kecil

image_title
Ket: Abdul Rais, penerima modal usaha program UMKM Bersinar
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Bantuan modal usaha tanpa bunga yang dijanjikan Bupati Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara, H.Arhawi lewat program UMKM Bersinar cukup dirasakan dampaknya bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Hal itu diungkap Abdul Rais saat dikunjungi ditempat usahanya di Kelurahan Wanci, Selasa (15/9/2020)

    Abdul Rais kesehariannya membuka jasa service elektronik dan jual beli alat komponen elektronik tersebut mengaku menjadi bagian penerima dana modal usaha UMKM Bersinar. Ia adalah nasabah Bank Sultra dengan pinjaman 25 juta pertahun.

    Ia mengaku selama pinjamannya kurang lebih 1 tahun per Agustus 2019 lalu telah memanfaatkannya untuk membeli kompenen elektronik sehingga selain digunakan untuk bahan service juga bisa dijual sebagian besar alat-alat tersebut.

    "UMKM Bersinar sebenarnya usaha kecil sangat terbantu karena selain mendapat keringanan dengan bunga 0 persen juga dalam proses peminjaman dipermudah dan pengembaliannya tidak terbebani", sebutnya.

    Ia mengaku selama pinjamannya hampir tuntas pengembalian modal per 1 Januari 2021 mendatang ia mampu mendapat omzet 3 kali lipat dari biasanya dengan hanya mendapat 2-3 juta perbulan. "Jelasnya tambahan modal besar dampaknya asal usahanya jelas", tuntasnya

    Senada dijelaskan Hasnah. Pembuat kue pia dan tolba ini merasakan dampak penambahan modal usaha yang digelutinya kurun waktu sekitar 10 tahun tanpa pernah meminjaman sebelumnya kepada pinjaman Bank manapun karena takut agunan.

    "Barusan ini meminjam, saya minjam 20 juta dan pengembalian modalnya dari Rp 1.220.000 tiap bulan naik sedikit sampai mendekati lunas diawal tahun depan", tambahnya

    Ia berharap Bupati Wakatobi tidak memutus program tersebut sebab usaha kecil seperti mereka cukup terbantu dengan modal usaha program UMKM Bersinar.

    Sesuai data Dinas Koperasi dan Ketenakerjaan penerima program UMKM Bersinar terupdate per September 2020 sebanyak 167 pelaku usaha mikro dan kecil.

    Jenis usaha penerima pun bervariasi baik usaha jasa elektronik, penjual sembako, pembuat kue, perbengkelan sampai pada nelayan dan petani agar-agar tersebar pada 8 Kecamatan se-Kabupaten Wakatobi.

    Mengenai jumlah dana pinjaman baik lewat pihak BNI maupun Bank Sultra tetap disesuaikan dengan usaha pemohon apalagi tanpa intervensi dari Pemda Wakatobi khususnya Dinas terkait.

    Salah satu Bank penyalur program UMKM Bersinar adalah Bank Sultra lewat Kepala Perkreditan BPD, Ramadhan Yanti menjabarkan kriteria penerima sesuai usaha dan prosedur jaminan bagi peminjam meski program itu tanpa bunga namun dikelola secara profesional

    "Kami memakai kacamata sendiri dalam ferivikasi berkas pemohon sesuai persyaratan karena dikelola profesional setelah kami MoU bersama Pemda Wakatobi pada April 2019 lalu", paparnya.

    Sesuai pengakuannya lewat program UMKM Bersinar telah banyak masyarakat memasukkan berkas usai diurus berkas mereka di Desa dan Kelurahan setempat namun setelah ditinjau dan dilakukan survei lapangan terkait usaha serta list pinjaman bank lain maka sebagian pemohon tak bisa dipenuhi.

    "Kalau program KUR itu bunga 6 persen dan UMKM Bersinar nol persen karena bunga sepnuhnya ditanggung Pemda.Prosedur permintaannya subsidi bunga kami menyampaikan ke Dinas Koperasi setiap 3 bulan sekali dan Dinas PPKAD membayarnya sesuai nasabah UMKM Bersinar", tutupnya.

    Bupati,H.Arhawi menyebut program UMKM Bersinar disiapkan dana sebesar Rp 3.245.310.000 atau 3,245 Milyar meski baru tersalur sebanyak 167 pelaku usaha.

    Dampaknya juga meningkatkan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Wakatobi. Sesuai data Dinas Koperasi dan Naker di ketahui penambahan pelaku UMKM naik tiap tahunnya.

    Data 2018 pelaku usaha berjumlah 5.882 meningkat 20 persen kurun waktu 2019 sebanyak 7.353 dan per September tahun ini naik mencapai 10 persen dengan jumlah pelaku UMKM sebanyak 8.171 orang.

    Lewat program UMKM Bersinar bahkan Bupati, H.Arhawi mampu meraih penghargaan Duta Inklusi dan literasi keuangan nusantara (Dilan Award) tahun 2019 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara. (*)


    Penulis | La Ilu Mane