• DPM - PTSP Kolut Sebut PT.CSM Menambang di Blok Sua- Sua Totallang Ilegal

image_title
Ket: Ilustrasi
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT  - Aktifitas pertambangan PT Citra Silika Mallawa (CSM) Di Blok Sua - Sua Totallang, di Desa Sulaho Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), ternyata Ilegal.

    Hal Tersebut disampaikan Taufiq, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Kolaka Utara. 

    "Semua perusahaan tambang yang melakukan beraktivitas di wilayah Kolaka Utara, termasuk PT. Citra Silika Mallawa (CSM), ilegal," kata Taufiq. Kepada awak Media kemarin Rabu, (29/07/2020).

    Taufiq mengaku, meskipun aktifitas pertambangan PT.CSM di blok Sua- Sua, di desa Sulaho dilegalkan, karena hasil putusan pengadilan, namun. perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) ini melakukan pengangkutan bahan tambang dengan memanfaatkan garis pantai untuk kepentingan sendiri, belum mengantongi dokumen perizinan Terminal Khusus (Tersus) 

    "Ini wajib mengantongi dokumen perizinan Terminal Khusus, sehingga aktifitas pengangkutan ore nikel menjadi persoalan," kata Taufiq. 

    Selain PT. CSM kata Taufiq, Perusahan Tambang yang melakukan aktifitas pertambangan tampa mengantongi  dokumen perizinan Terminal Khusus (Tersus) maupun Terminal Untuk Kepentingan Sendiri ( TUKS) dan Dokumen lainya, seperti  PT. Amin, PT Lawaki Jaya, PT. Readili, di kecamatan Batuputih tetap melakukan kegiatan pengangkutan dan pengapalan ore nikel.

    “Semua perusahan Tambang dikolut ilegal, karena belum ada satupun dokumen yang bisa ditunjukkan kepada kami,” tegasnya.

    Karena itu, Taufiq juga berharap,  ada tindakan tegas dari kepolisian untuk menghentikan aktifitas pertambangan dan pengangkutan ore nikel di Kolut, karena aktivitas pertambangan ini sudah masuk dalam kategori tindakan ilegal.

    “Surat kami sudah perna dilayangkan ke pihak berwenang Seharusnya kepolisian  sudah menindak lanjuti persoalan tambang dikolut yang masuk kategori ilegal," ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan  dari pihak Dinas ESDM Provinsi, sudah ada penekanan bahwa  perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan serta pengangkutan ore nikel, untuk dihentikan namun, kenyataan dilapangan  hingga saat ini masih terus berjalan.

    “Kewenangan kami terbatas itupun hanya izin lokasi, untuk  melakukan langkah-langkah tegas, kewenangan ada di dinas ESDM Provinsi” pungkasnya. (*)


    Penulis | Bahar