• Peresmian Kuliah Akademik Stunting Rumah Desa Sehat

image_title
Ket: Peresmian kuliah akademi di Konut
  • Share

    BUMISULTRA

    KONUT--Sehubungan dengan Percepatan pengendalian, penurunan dan pencegahan stunting di Kecamatan Konawe Utara  (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah diresmikan Kampus Akademik Stunting  Rumah Desa Sehat oleh Tenaga Ahli Madya PSD Prop.Sultra Ibu Harwanti Kusa,S.Sos  bertempat di Rumah Desa Sehat di Desa Toreo Kecamatan Wawolesea Kab.Konawe Utara yang diikuti  oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM), Pengurus RDS, PDP/PDTI dan PLD sebanyak 37 orang.  zona Kampus Kec.Wawolesea, Lasolo, Lasolo Kepulauan dan Molawe,  Kamis (21/11/2019).

    Sebagaimana dituturkan oleh PIC PSD hajarul Aswad,S.Sos,M.Pd bahwa program Akademik Stunting ini merupakan inovasi kegiatan PSD Konawe Utara yang diselaraskan dengan kegiatan pemantauan dan  monitoring Evaluasi bulanan dan tiga bulanan serta progres di akhir tahun.

    ”Disamping peningkatan kapasitas Kader, program ini juga menjadi  momen Pengisian data Out Line Bulanan stunting  dan Laporan QUICK STATUS  bahkan bisa menjadi rujukan metode Fokus Group Discussion ditingkat desa nantinya, jadi program inovasi Akademik Stunting ini semacam upaya startegis dalam rangka mewujudkan efektifitas pengendalian progres tahapan stuting di Konawe Utara” ujarnya pada Bumisultra.

    Sementara itu salah satu peserta Kuliah Akademik dari  unsur Kader Pembangunan Manusia dari desa Toreo Helni (21 Thn) mengatakan bahwa dia senang mengikuti perkuliahan ini karena suasana akademisnya dapat jadi ilmu dan pengetahuan kami tentang stunting bertambah terus.

    Sedangkan peserta  sekaligus inisiator kegiatan sekaligus tuan rumah dari unsur tenaga Pendamping Desa Pemberdayaan kecamatan wawolesea ibu Wina Maria (27 thn) mengungkapkan tidak terlalu repot menyiapkan kegiatan kuliah akademik ini.

    ''Karena disamping peningkatan dan perluasan wawasan kami tentang stunting juga sangat efektif sebagai momen menyatukan persepsi dan tukar pendapat dalam rangka mengahadapi tantangan, kendala sekaligus meminta solusi dari tenaga ahli PSD Kabupaten dan Narasumber lainnya dari Tenaga Medis  Puskesmas bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Dinas Lainnya terkait, '' ujarnya. (**)

     

     


    Penulis | Redaksi