• Jembatan Provinsi Rangka Baja Nyaris Ambruk, Sekdis PU Koltim Turun Tangan

image_title
Ket: Jembatan Lambandia yang menjadi rana provinsi yang terletak di Desa Lambandia nyaris ambruk. Tampak warga ketakutan saat melintas
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR -Salah satu Kecamatan yang merupakan wilayah tingkat perputaran ekonomi sangat tinggi, daerah dengan penghasil tanaman perkebunan yang besar serta jumlah penduduk terbanyak di Kolaka Timur (Koltim) yang mencapai angka 23 ribu, namun infrastruktur jembatan provinsi yang terletak di Desa Lambandia nyaris ambruk. Beberpa warga yang melintas di jembatan tersebut sangat ketakutan saat melintas.

    Pasalnya, jembatan yang menggunakan rangka baja yang sudah di bangun beberapa tahun lalu ini, mengalami pelapukan dibagian papan pelintasan, sebagian patah sehingga sangat rawan bagi pengendara yang melintas di atasnya.

    Sekretaris Dinas (Sekdis) PU Koltim Nyoman Abdi kepada media menjelaskan jembatan yang menjadi keluhan warga ini sudah  mereka laporkan ke pihak provinsi, sebab jembatan tersebut merupakan rana pihak provinsi.

    ''Untuk 2018 ini memang belum di anggarkan, semoga di 2019 sudah bisa ada sinyal terkait jembatan tersebut. Kita juga tahu bahwa untuk penetapan anggaran 2019 belum ada di provinsi, sehingga kami belum bisa memberi kepastian apakah dianggarkan atau tidak, tapi yang jelas kami sudah laporkan, dan mudah - mudahan bisa masuk di 2019", '' kata mantan Sekdis Bapeda Koltim ini, Rabu (10/10).

    Lebih jauh katanya  besokpihaknya akan melakukan pengecekan dan rencananya  akan memperbaiki papan dan kayu pelintasanya sehingga dapat lebih mudah dan aman di lalui masyarakat.

    "Kami sudah pernah membicarakan hal ini dengan pihak provinsi dan memang jembatan tersebut ukuran dan luasnya sangat besar. Sehingga memakan anggaran sangat besar juga, di karenakan saat ini jembatan tersebut memakai rangka baja, maka sementara waktu bagian pelintasanya di kasih kayu yang kuat", tuturnya.

    Camat Lambandia Supriadi saat dikonfirmasi mengatakan dia juga sudah melaporkan hal tersebut kepada dinas terkait di Koltim untuk di sampaikan lagsung kepada pihak Provinsi, dan ini sudah di tindak lanjuti oleh Sekdis.

    ''Beberapa minggu ini banyak warga mengeluhkan mereka kewatir akan terjadi seperti tahun - tahun lalu yang banyak memakan korban, kami sudah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya, bahkan dengan PU koltim, tapi masih saja lapuk, maklum kendaraan yang melintas pun tidak main - main ukuran duntruck dan itu setiap hari", katanya saat di temui di ruang kerjanya.

    Ditempat terpisah salah satu warga wardana yang ditemui pihak Media ini mengatakan berharap agar bagian pelintasanya harus cepat di perbaiki karena sudah rusak dan bisa membahayakan.

    ''Kami lihat sudah lapuk dan banyak yang bergeser, kekwatiran kami pengendara roda dua apalagi bila hari pasar bisa terperosok ke sungai, belum lagi kendaraan besar bila tidak cepat di perbaiki bisa - bisa ada yang terjatuh. Dan ini satu - satunya jalan utama, bisa memutar ke arah aere lewat Desa Rubia tapi di sana sementara di bangun jembatan juga, hal pasti jadi kendala bagi kami selaku warga", keluhnya. (*)


    Penulis | Irwandar