image_title
Ket: Musyida Arifin dan kemasan padi organik Butur
  • Share

    BUMISULTRA

    BUTUR--Setelah melalui proses yang cukup panjang program padi organik di Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini sudah dikenal tidak hanya di Sultra tetapi sudah sampai keluar negeri.

    Menurut Tenaga Ahli Pemda Butur,  Musyida Arifin S Sos bahwa saat ini juga bersyukur program organik mendapat perhatian dari anggota dewan, yang artinya secara bersama sama legislatif dan eksekutif bisa mengukur bersama keberhasilan padi organik.

    ‘’Saya bersyukur atas  perhatian dari anggota dewan. Karena padi organik adalah potensi lokal yang di unggulkan pemerintah. Alasannya, secara turun temurun leluhur kita hidup sehat dari padi ini, kini tugas kita mengembangkan program ini dan menjadikan identitas Butur,’’  ujar Cinda panggilan akrab Musyida pada Bumisultra, Rabu (23/92020).

    Dikatakan mantan Ketua Kohati Cabang Sultra ini, jika ada  yang bertanya, apa dampak program ini ke masyarakat? Dengan tegas dia akan mengatakan: banyak.

    ‘Pertama  menunjukkan penghargaan kita pada alam, kedua; menunjukkan keberpihakan kita pada masyarakat petani. Namun ini mungkin subjektif, akan lebih baik bila ditanyakan langsung kepada masyarakat yang terlibat dalam program padi organik ini,’’ paparnya sambil menjelaksn bahwa tanpa peran serta petani ini tidak akan berjalan.

    Selain itu katanya, program padi organik ini dikelola dengan menempatkan petani  dalam posisi utama. Bantuan dalam bentuk subsidi dikucurkan,dan langsung masuk ke rekening mereka.

    ‘’Sejauh ini kita telah mengucurkan hak mereka dalam bentuk  subsidi pembersihan lahan penyediaan bibit dan Saprodi.  Apakah ada manfaatnya. Subsidi ini bukan tanpa kritikan samasekali. Ada selentingan yang mengatakan ini menghabiskan anggaran. Tapi dari sisi angka, anggaran kita justru masih jauh dari cukup.  Setiap tahun tidak pernah lebih dari 0,25 persen dari total APBD,’’ urai mantan Ketua Panwas Sultra ini.

    Tapi perlu diakui lanjutnya  bahwa program dengan anggaran kecil yang langsung disalurkan ke masyarakat membutuhkan proses untuk mencapai target ideal.

    ‘’Jadi untuk meningkatkan transparansi, kami juga menyarankan mengecek  lokasi padi organik,’’ katanya.

    Selain itu masuknya investasi mete organik dari salah satu  perusahaan terbesar di  Amerika (Red River Food) adalah salah satu efek domino dari program organik yang sangat ditunggu oleh masyarakat.

    Selama ini program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat masih sangat kecil. Perlu usaha dan dukungan anggaran dari pemerintah untuk   mensupport sektor utama terbesar penggerak ekonomi Buton Utara.

    ‘’Itulah  hal hal yang telah berjalan. Saat ini mayoritas dari kita tahu identitas Buton Utara : pertanian organik.  Kita tahu pasarnya : Pasar internet. Komoditas Buton Utara diperhitungkan sebagai salah satu penghasil komoditas organik terbesar di Indonesia. Bahkan perusahaan  internasional memilih Buton Utara untuk berinvestasi dari seluruh kabupaten yang ada di Indonesia,’’ katanya.

    Diakhir pernyataanya Cinda berharap semoga dengan masuknya perusahaan seperti Astra internasional yang kemarin MOU dengan Pemda serta RED RIVER FOODS yang rencananya akan memasarkan mete organik Buton Utara di pasar Eropa dan Amerika bisa  menjadi salah satu tolak ukur awal berkembangnya ekonomi Buton Utara. (*)


    Penulis | Ama