image_title
Ket: Jubir Gugus Tugas Covid-19, dr Ali Badar
  • Share

    BUMISULTRA

    BUTUR--Data sebaran kewaspadaan Covid-19 Kabupaten Buton Utara (Butur) , Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sampai hari ini 9 Mei 2020 pukul 18.30 Wita  telah berubah status dari zona hijau menjadi zona kuning Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Butur menunjukan penurunan dan hingga saat ini tersisa 3 (tiga) orang ODP yaitu 2 (dua) orang di wilayah kerja Puskesmas Labaraga  dan 1 (satu) orang di wilayah kerja Puskesmas Bonegunu.

    Meskipun ODP terus menurun, namun saat ini di Kabupaten Butur terlah terdapat 1 (satu) orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang menjadikan Butur menjadi zona kuning Covid-19.

    Hal tersebut dikatakan juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTC-19) Kabupaten Butur, dr. Ali Badar.

    ''Ada satu orang PDP tersebut merupakan pasien dari wilayah kerja puskesmas Waode Buri. Pasien berjenis kelamin perempuan  inisial M usia 51 yang berdomisili di Desa Labelete, Kecamatan Kulisusu Utara. M adalah pasien rawat jalan dengan riwayat penyakit kronik hampir selama 1 (satu) tahun,'' ujar dr Ali dalam jumpa persnya, Sabtu (9/5/2020).

    Dikatakan sebelumnya, pasien pernah dirawat di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo selama 3 (tiga) bulan.

    "Pulang dari Makassar tanggal 25 Maret 2020. Tanggal 26 Maret 2020 tiba di Butur dan tinggal didesa Labelete dirumah saudaranya. Tanggal 22 April 2020 berangkat kembali ke Kendari untuk kontrol. Tanggal 24 April 2020 langsung masuk di salah satu klinik di Kendari utuk kemoterapi, setelah itu tanggal 25 April 2020 masuk RS Bahteramas Kendari untuk di rawat dan di beri tranfusi darah selama 5 hari. setelah itu keluar rumah sakit pulang dirumah keluarganya di Kendari," ungkap dr. Ali Badar, Sabtu, (09/05/2020).

    Perkembangan terbaru ibu M pada 2 Mei 2020, pasien mengalami sesak dan disertai gejala pernapasan lainnya, pasien kemudian dilarikan masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bahtermas non Covid-19 dan dilakukan Rapid Tes dan hasinya reaktif.

    "Kemudian pasien di pindahkan ke UGD Covid RS Bahtermas. RSUD. Bahteramas melakukan Swab asien pada tanggal 4 Mei 2020, hasilnya masih dalam proses. Pasien di tangani oleh dokter spesialis Paru," jelas Ali Badar.(*)


    Penulis | Alif