• Setelah Padi Ladang, Kelapa Butur Juga akan Disertifikasi Organik

image_title
Ket: Penyuluhan, ICS organik dan pelaku usaha se Buton Utara
  • Share

    BUMISULTRA

    BUTUR-Kepedulian Bupati Buton Utara Abu Hasan dalam mengembangkan komoditas lokal dengan branding organik perlu diacungi jempol, arena masyarakat dunia semakin sadar pentingnya pangan sehat.

    Sebagai tindak lanjut akan hal ini, Dinas Pertanian menginisiasi pertemuan penyuluh ICS organik dan pelaku usaha se Buton Utara, melahirkan kesepakatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dengan mengorganikkan kelapa Buton Utara, pada pertemuan yang berlangsung di ereke, Rabu, (11/3/2020).

    Sekertaris Dinas Pertanian, Nurdin, membuka secara resmi kegiatan peningkatan nilai tambah komoditas kelapa Butur.

    "Hampir 90 persen kelapa di Buton Utara tidak menggunakan pupuk kimia. Dengan branding organik nilai jual kelapa organik baik kopra putih maupun kelapa bulat lebih tinggi nilainya" ungkapnya.

    Nurdin menambahkan, permintaan kelapa organik baik kelapa bulat maupun produk organik olahan sudah ada permintaan dari Swiss maupun Australia.

    Namun kata dia , hal ini belum bisa dipenuhi karena sertifikat kelapa organik belum terbit."Sertifikat diperkirakan keluar pada bulan Juli 2020" lanjutnya.

    Hal senada di sampaikan Hendra Budiman Kabid pertanian juga mengatakan operasional penyuluh dan ICS dalam proses sertifikasi.

    "Kelapa sudah di sediakan oleh dinas pertanian anggaran tahun 2020, tapi masih menunggu proses sertifikasi" ujar Hendra

    Menurut Ansarudin Koordinator Penyuluh Kabupaten, mengorganikkan kelapa di Buton Utara tidak susah.

    "Mengorganikkan padi saja yang lebih susah kita sudah lakukan apalagi lahan kelapa" jelasnya(*).


    Penulis | Ifang Wilyas