• Perusahaan Nuts2 Butuh 200 Ribu Ton Pertahun Jambu Mente Butur

image_title
Ket: Floris Graziozi dari Chasew Product Expert dan Bupati Butur, Abu Hasan Foto : Ifang Wilyas
  • Share

    BUMISULTRA

    BUTUR--Sosialisasi dan pengembangan komoditas mente yang berlangsung di Aula Bappeda berlanjut dengan penandatanganan nota kesepahaman antara perusahaan Nuts2 bersama Pemda Butur, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Kamis (27/2/2020).

    Berdiri sejak 1993 beralamat di Belanda, perusahaan Nuts2 berfokus pada sourcing, memproses dan menjual komoditas jambu mente.

    Ditemui disela acara sosialisasi, Pekik Warnendya selaku export director perusahaan Nuts2 memaparkan tahapan ekspor tahunan komoditas jambu mente di Butur.

    "Target ekspor yang diminta 200 ribu ton/ tahun, tapi untuk memenuhi angka itu perlu tahapan. Dalam tahapan pertama sebagai trail order kurang lebih 1.000 ton/tahun dan pasar kami industri snack dan makanan," lanjut Pekik Warnendya pada wartawan.

    Dikatakan untuk mencapai target standar akan dibuatkan program khusus bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMdes dan BUMdesma.

    "Kami sudah mulai operasi, hanya untuk proses pembelian kami menyesuaikan dengan musim berbuah. Harapan kami adalah produk yang Organik, namun untuk mencapai provit seratus persen organik memerlukan waktu tiga tahun untuk itu, dan kami tetap membeli produk semi organik," paparnya.

    Floris Graziozi selaku Cashew Product Expert perusahaan Nuts2 menambahkan terkait daya jual produk organik di luar negeri sangat tinggi.

    "Veryfikasi organik penting untuk masuk ke pasar luar negeri, karena harga komoditas organik di sana lebih tinggi" tambah Floris dalam bahasa Indonesia.(*)


    Penulis | Ifang Wilyas