• Sejak 2019 Wisata Air Terjun Taore Belum Pernah 'Dilirik' Pemda Koltim

image_title
Ket: Wisata air terjun taore yang hingga saat ini belum di sentuh Pemerintah Kolaka Timur sejak 2019. Foto tersebut diambil 23 September 2019.
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA TIMUR.- Wisata air terjun tertinggi  Desa Taore Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) merupakan wisata air terjun dengan ketinggian 20 meter lebih yang berada di wilayah terpencil yang hampir berbatasan dengan kabupaten Bombana.

    Untuk mencapai ke titik air terjun para wisatawan harus harus mengendari mobil dengan doble handle atau hartop dari ibu Kota Kecamatan Aere dengan jarak tempuh 30 km untuk bisa mencapai Desa Taore dengan melewati perbukitan, setibanya di Desa Taore,  kemudian di lanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sejauh 3 km untuk bisa sampai ke tempat air terjun.

    Dibulan April 2019 Tim Media Bumisultra bersama Tim Kecamatan Aere yang di pimpin Camat Aere Iwan  melakukan perjalanan untuk mengetahui titik koordinat air terjun Taore. Penuturan Kades Taore Rustang saat itu  bahwa  ketinggian air terjun ini mencapai 20 meter, dan 3 tingkat di mana masing -masing tingkat ada kolam yang terbentuk sendiri secara alami.

    Bahkan beberapa warga Taore berpendapat bahwa air terjun ini bisa menjadi wisata ekstrim karena selain ketingginya mencapai 20 meter juga untuk mencapai ke air terjun melalui banyak rintangan atau menyusuri sungai.

    Masalahnya sekarang adalah, Keberadaan air terjun tersebut hingga saat ini belum di sentuh oleh Pemerintah Daerah Koltim, bahkan sudah berapa tahun sejak 2019 di musrenbang di usulkan untuk pembukaan jalan menuju air terjun  namun hingga kini belum ada jawaban bahkan usulan tersebut tidak di respon.

    Padahal hal paling utama yang harus di benahi di sinilah akses jalan menuju lokasi air terjun, hal ini bertujuan memudahkan para wisatawan untuk bisa mencapai air terjun yang nantinya akan berdampak pada peningkatan perekonomian di wilayah Taore dan pada  umumnya Kecamatan Aere.

    Bahkan beberapa kali pihak media mempertanyakan kepada Kades dan Camat sejauh mana usulan tersebut , sudah di usulkan di tiap musrenbang namun kami masih menunggu semoga bisa di realisasikan, katanya.

    Olehnya itu masyarakat berharap kepada Pemerintah Daerah Koltim saat ini untuk bisa memberikan perhatian khusus agar wisata air terjun Taore bisa di akses oleh para pecinta wisata. Bukan hanya pembukaan jalan menuju lokasi wisata tapi objek wisata tersebut bisa di poles agar menambah minat wisatawan. (*)


    Penulis | Irwandar