• Mitos Juara Bertahan Der Panzer bersama Argentina

image_title
Ket: Sumber Foto: The Guardian
  • Share

    BUMISULTRA

    Sebagai pemain sepakbola yang sudah dianggap komplit oleh pengamat serta pencinta Sepakbola, Lionel Messi masih memiliki satu misi yang belum bisa membuka dirinya sebagai pemain terbaik dari seluruh era dalam olahraga ini. Ada satu misi yang membuat story mode pemain sepakbola Messi seperti masih kekurangan bumbu kemenangan. Argentina berhasil lolos ke putaran Piala Dunia tahun ini menghindari nasib sial yang menimpa negara unggulan lainnya seperti Italia,Belanda dan Chile.

    Piala Dunia yang ditunggu-tunggu ini kita akan kehilangan segudang nama seperti Buffon,Snejder,Robben,Alexis Sanches,Tim Howard,Clint Dempsey,Vidal dan beberapa pemain bintang yang harus memutuskan harapannya membawa bendera negaranya terpampang sebagai peserta ajang akbar 4 tahunan ini. Megastar El-Real yakni Gareth Bale juga gagal membawa negaranya Wales yang digadang-gadang sebagai kuda hitam dalam pergelaran ini,namun tampaknya Sepakbola selalu sulit diprediksi,negara Bale justru gagal merebut tiket ke Rusia. 

    Lionel Messi masih perlu sebuah diamond dan prestasi satu lagi jika dirinya ingin dianggap pemain komplit, banyak yang belum mengapresiasi Messi dan masih membandingkannya kepada pemain lagenda seperti Maradona, dan masih menganggap dia sebagai pengkhianat bangsa karena kegagalannya di Argentina tetapi jika di Barca tiada musim La-Pulga tidak membawa trofi ke publik Barcelona sementara dinegaranya hanya senantiasa puas di peringkat 2 selama 3 kali pergelaran akbar secara berturut-turut. 

    Tampaknya Chile yang berhasil mengubur mimpi tim tanggo di Copa Amerika dan merebut piala benua khusus untuk 100 tahun ini akan tidak mendapatkan bagian di Rusia dimana saat kuda hitam zona Conmebol ini dikalahkan oleh sang raja benua amerika yakni Brazil saat babak kualifikasi yang membuat pasukan Alexis Sanches bersama Vidal dan Bravo harus pasrah dipaket dan ditendang kembali kenegaranya dan hanya akan menjadi saluran tv bagi warganya untuk menyaksikan negara lain main bukan negaranya yang dimana Chile juga sebenarnya tim ditakuti oleh negara lain namun harus absen dalam pergelaran tahun ini.

    4 Tahun silam, Der-Panzer mencatatkan rekor dengan tim yang pertama kali membawa pulang trofi emas 4 tahunan sekali kemuseum mereka dari benua Amerika yang dijaga oleh Brazil, Argentina dan Uruguay pulang ke Eropa dengan bangga setelah melindas dua raksasa Zonmebol yakni Brazil dan Argentina untuk mendapatkan trofi Piala Dunia,masing-masing dikalahkan di klimaks kemenangan serta babak puncak mengangkat trofi ini. Tim Samba dihancurkan dengan skor 7-1 disaksikan Minerao Stadion dan menjadi bencana Minerao serta 1-0 melawan tim tanggo di stadion bersejara Maracanazo 1950.

    Kemenangan Jerman ini kembali membawa duka bagi publik Brazil dimana mereka selalu gagal memberi hadiah kepada publiknya ditanah harga diri mereka sendiri tetapi jika pergelaran ini berselang di negara lain mereka justru berhasil menjuarai ajang 4 tahunan ini. Brazil terakhir kali menjawarai Piala Dunia tahun 2002 yakni di Jepang dan Korea dihadapan pasukan Oliver Kahn Jerman dan akhirnya putra bangsa Der-Panzer membalas kekalahan itu dengan cara yang menyakitkan dengan penampilan luarbiasa anak asuh Joachim Loew di Brazil dimana pada saat itu timnas Jerman berhasil mencetak sebanyak 18 gol dan hanya kejebolan 4 gol.

    Jerman tampaknya akan menjadi nama terdepan untuk mengambil gelar Piala Dunia tahun ini serta mengikuti keberhasilan Real Madrid dalam menjadi pemenang back-to-back trofi bergengsi, Real Madrid bisa menjuarai UCL dan berpeluang mencetak rekor lagi sebagai tim pertama kali back-t0-back-to-back UCL apabila Zidane bisa mengantarkan Los Galacticos jawara Liga Champions musim ini lagi, sama dengan Jerman jika mereka bisa melewati hadangan Mexico,Swedia dan Korsel.

    Apakah tim adidaya Sepakbola dan peserta wajib Piala Dunia dengan segudang pemain muda yang berbakat bisa merevolusi dan menggantikan nama lama di publik Der-Panzer dan membuat mesin dan kejayaan Sepakbola berjalan terus dan dibudidayakn serta tidak pernah punah. Apakah Jerman bisa lagi meraih trofi dan mempertahankan gelar ini atau bahkan bisa menjadikan Piala Dunia ini akan menjadi milik Jerman selama-lamanya jika mereka berhasil menjuarai trofi ini 3 kali berturut-turut. 

    Tampaknya dari saingan tidak mustahil bagi Der-Panzer untuk kembali merebut trofi ini di Rusia karena mereka masih memiliki komponen Squad yang baik, terbukti para penerus mereka berhasil menjawarai Piala Konfederasi 2017 dengan mengalahkan squad utama Chile dan juga melewati hadangan-hadangan mereka di babak grup. Selain Jerman ada Brazil yang sudah tampil mumpuni dari babak kualifikasi dan ada juga Portugal yang masih dengan wajah berseri dapat merampas trofi dari pelukan menara Eifel dan tarikan dari negara El-Matador. 

    Mereka masih berwaja seri-seri dan tampaknya lagi-lagi akan membuat kejutan dimana mereka memiliki kapten serba bisa yang selalu menjadi motivator tim di berbagai ajang serta event yakni Cristiano Ronaldo yang juga baru mengajarkan Muhammad Salah bersama Mesir sebelum mereka melangkah ke panasnya atmosfir persaingan sesungguhnya nanti di Rusia setelah mereka saling bertempur dan pertarungan itu dimenangi Portugal si calon jawara juga,tetapi Mesir juga memberi perlawanan dengan mencetak gol duluan menit ke 56 lewat kaki Muhammad Salah tetapi dibalas oleh Ronaldo lewat dua gol dimenti injury time, bukan pertarungan yang malu-malu bagi Mesir,mereka sudah menunjukkan mental bermain mereka yang luarbiasa dan siap menghentak dunia di Rusia nanti.

    Layak ditunguu Piala Dunia tahun ini dimana memiliki banyak sekali underdog dan absennya beberapa negara yang dimana mungkin apabila 4 tahun silam kita akan mengatakan negara ini tidak lolos orang-orang akan menertawakan kita. Nama terdepat ada Italia yang berhasil menyandang gelar sebagai negara dengan permainan defensif terbaik dan peserta yang rajin ikut dalam pergelaran ini namun tampaknya gagal tembus dali kualifikasi zona Eropa dan juga Play-Off setelah mereka dikalahkan Swedia dan tampaknya lord Ibrahimmovic akan turun dalam pergelaran ini membela Swedia.

    Negara termaju dalam bidang iptek dan tatakota yakni Amerika Serikat tampaknya juga tidak akan terbang keRusia setelah mereka dikalahkan Tridinand Tobago padahal USA hanya membutuhkan hasil skor seri saja mereka sudah lolos namun tampaknya 2018, negara ini terpaksa absen dari pergelaran ini dan tahun ini akan dikenang sebagai Piala Dunia khusus pembuktian underdog dan pembelajaran bagi negara lainnya bahwa asal mau berusaha di bidang Sepakbola kita bisa lolos. 

    Selain negara termaju dalam bidang iptek dan tatakota yakni Amerika, Belanda juga yang merupakan tempat wisata disana banyak pilihan, tim oranye tampaknya harus mengubur impian mereka untuk lolos Piala Dunia. Sudah 2 kali Oranye tidak mengikuti pergelaran akbar 4 tahun sekali mulai dari Euro 2 tahun silam serta tahun ini juga setelah mereka gagal melangkah ke ajang yang diimpikan oleh seluruh dunia dan yang paling bergengsi yakni Piala Dunia. Seakan mustahil bagi pasukan tim Belanda yang selalu menjadi ikon runner up dalam ajang ini dan selalu menjadi calon juara dan adidaya kiblat Sepakbola soal seni permainan. Belanda gagal bersaing dengan Prancis dan Swedia. 

    Dalam setiap kompetisi pasti ada yang kalah dan ada juga yang menang, namun cukup menganggetkan dimana 2 kali jawara back-to-back Copa America dan Centenario Chile ini gagal meraih tiket menuju ajang bergengsi demi memperebutkan Piala Dunia ini. Di tahun 2017 juga mereka berhasil tembus ke final Piala Konfederasi. Bukan kepalang, Chile memiliki komponen gabungan elemen pemain terbaik dari yang terbaik dan memiliki tendangan yang cukup horor bagi kiper lainnya, mereka juga berhasil mengalahkan Spanyol 2-0 di Piala Dunia 4 tahun lalu dan lolos ke babak 16 besar, serta mereka juga mampu menyulitkan Brazil di babak 16 besar sungguh keheranan dan menjadi tanda tanya besar mengapa mereka gagal tembus hanya karena sebuah keterplesetan melawan Brazil. 

    Grup neraka dalam pergelaran ini adalah grup B dimana lagi-lagi El-Matador harus kembali bertemu dengan tim sulit tidak beda dengan tahun lalu dimana mereka ketemu Belanda yang lagi dalam performa onfire mereka sama dengan Portugal tahun ini, apakah Spanyol tidak akan mengulangi kesalahannya lagi dimana saat the orange mempermalukannya di Brazil 4 tahun silam, dan apakah Cr7 bisa mengalahkan Ramos rekan setimnya dan rivalnya Gerarrd Pique yang akan menjadi jantung pertahanan Spanyol serta bersaing dengan Isco dan Asensio yang menjadi aset kerjasama tim Ronaldo di Real Madrid. 

    Iran dan Maroko tidak boleh langsung dipandang sebelah mata,kedua tim ini juga melewati tes sebenarnya dibenua mereka masing-masing dan sudah melewati banyak kerasnya kehidupan dan perjuangan demi tembus ke ajang bergengsi seperti ini. Di Grup lain ada juga seperti grup yang dimiliki tuan rumah yakni Rusia yang bergabung dalam negara yang haus-hausnya dan selalu ditakuti tetapi selalu menjadi harimau kehilangan taring dan tertidur lemas di ajang Piala Dunia yakni Uruguay bersama straiker andalannya Luis Elpistolero Suarez yang siap berduel dengan negara Saudi Arabia salah satu monster di Asia dalam bidang Sepakbola dan juga Mesir bersama Muhammad Salah di Rusia, dimana sang tuan rumah juga tetap harus menjaga pridenya setidaknya memasang target lolos ke babak 16 besar. 

    Di Grup C ada Prancis, negara kanggoro, negara Peru yang sudah melewati babak playyoff mengalahkan Selandia baru dan juga ada negara Denmark yang sering disebut sebagai kuda hitam juga dalam pergelaran ini dan tampaknya akan diprediksi bersama Prancis lolos dari tantangan pertama ini. Namun Bola itu bundar segala sesuatu bisa terjadi. Prancis sudah membaik di tahun 2014 dibandingkan saat 2010 dimana mereka gagal menembus babak 8 besar, sejauh ini menurut saya kemampuan ketiga tim selain Prancis seimbag dan sulit menentukan siapa diantara mereka yang akan lolos entah mendampingi Prancis apabila negara menara Eifel bisa tampil stabil nanti sama seperti pada saat kualifikasi.

    Di Grup D ada Argentina,Nigeria,Islandia dan Kroasia. Disinilah satu jalan dan satu misi lagi bagi La-Pulga, di musim dan lembaran 2017-2018 serta lembaran baru sejarah Sepakbola tahun 2018, Lionel Messi sudah memecahkan banyak rekor dengan gol ke 100nya di Liga Champions melawan Chelsea dengan 2 gol nutmegnya melawan Courtouis, serta memecahkan mitos dengan merobek gawang Buffon dan sudah layak disebut pemain komplit dan lagenda Barca, tetapi masih ada 1 lagi untuk membuat haters-haters kehilangan kata lagi, satu pekerjaan yang dimana saingannya di dunia Sepakbola dan era modern ini yakni Cr7 yang diamna dia sudah melakukannya tetapi Messi belum.

    Argentina harus bersaing melewati 3 kuda hitam juga dalam pergelaran ini yang memiliki kemampuan sama jadi situasi grup C sama dengan grup D. Tim-Tanggo harus bekerja keras demi meraih jawara, Argentina juga termasuk calon juara dan nama-nama kuat untuk jawara dimana penampilan mereka dalam 3 ajang penting mereka berhasil menembus babak final atau 2 besar bersama El-Messiah yang wajib menyelesaikan misi ini, apabla gagal, sayangnya Messi akan saja dikenang pemain lagenda Barca dan salah satu terbaik Argentina tetapi satu kata yakni gagal jawara Piala Dunia.

    Grup E ada Brazil,Swiss,Costa Rica dan Serbia. Akankah glori 4 tahun silam milik Costa Rika akan terulang lagi jika Keylor Navas dkk berhasil mengalahkan akal sehat seperti pergelaran sebelumnya disaat mereka berhasil 3 negara adidaya Sepakbola yang dua-duanya monster eropa dan yang satunya ada Uruguay yang merupakan tim tangguh juga dari zona Conmebol. Kali ini Costa Rica harus berjuang keras untuk menyikut Swiss dan Serbia serta juga menghentikan dan menahan keperkasaan tim Samba.

    Di Grup F ada Jerman,Mexico,Swedia dan Korsel. Jerman tampaknya harus menghilangkan mitos selain berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia dari Conmebol ke publik Der-Panzer,mitosnya adalah ketika jawara Piala Dunia akan tampil buruk di Piala Dunia selanjutnya dan tampaknya mitos itu masih berlangsung sampai sekarang tetapi tampaknya Der-Panzer bukan tim yang mudah terserang mitos seperti itu karena mereka slelau tampil stabil dan selalu menjadi peserta wajib 16 besar atau bahkan 4 besar karena kestabilannya dalam ajang-ajang akbar Sepakbola

    Terbukti memang mitos seperti ini dimana di tahun 2006 Italia jawara Pildun, di 2010 mereka seperti badut di Piala Dunia,sama juga dengan Spanyol yang perkasa di tahun 2010 dengan pemain seni yang luarbiasa justru dipermalukan oleh Belanda dan puas di grup saja pada tahun 2014 dimana mereka angkat koper terlebih dahulu. Tahun 1998 Prancis juara tetapi di tahun 2002 mereka bahkan tidak bisa mencatatkan nama pemain mereka untuk menjebol gawang lawan di tahun itu. Tahun 1982 ada Argentina yang juara di tahun 1978 juga tampil buruk dipergelaran itu. Memang era zaman old berbeda dengan jaman now,dimana pada saat era Sepakbola saat itu tim juara bertahan tidak akan ikut penyisihan namun karena kebobrokan dan tidak siap untuk ikut turnamen makanya peraturan itu dihilangkan dengan alasan membuat negara jawara bertahan tampil bruruk di ajang berikutnya karena kurangnya latihan tanding berbeda dengan negara lain yang harus melewati babak penyisihan dan sudah matang squadnya.

    Di Grup G ada Inggris,Belgia,Panama dan juga Tunisia, situasi grup ini sama dengan grup B, tetapi tampaknya Belgia dan Inggris harus berhati-hati karena tim seperti Tunisia dan Panama ini tentunya akan bermain lepas karena dianggap underdog dan tidak terbebani mereka tidak peduli kalahnya dan akan terus bermain sparta. Tentunya Tunisia dan Panama bukan negara sembarangan ikut di ajang ini mereka sudah pantas ikut karena perjuangan mereka dan lolos ke ajang ini tentunya memiliki tes berat yakni babak kualifikasi.

    Di Grup H ada negara seperti Jepang,Senegal,Colombia dan Polandia. Polandia memiliki megastar seperti Lewandowski yang bisa disebut-sebbut sebagai calon topskorer dalam ajang ini, dia adalah nama yang melambangkan gelar underatted, nama dan kehebatannya tertutupi karena dominannya Messi dan Ronaldo, selain itu ada juga Colombia yang merupakan negara ditakuti di benua Amerika dan memiliki James Rodriguez yang 4 tahun silam menjadi bintang berhasil membawa Colombia ke 8 besar meski dikalahkan Brazil dan berhasil mencetak selama 6 gol.

    Prediksi Lolos:
    Grup A: Uruguay dan Mesir
    Grup B: Spanyol dan Portugal
    Grup C: Prancis dan Denmark
    Grup D: Argentina dan Kroasia
    Grup E: Brazil dan Swiss
    Grup F: Jerman dan Swedia
    Grup G: Belgia dan Inggris
    Grup H: Polandia dan Kolombia 

    Ajang ini juga menjadi misi hidup dan mati bagi Messi setelah dia memutuskan untuk pensiun dari timnas Argentina tetapi comeback demi membantu Argentina di ajang ini. Tim Tanggo sempat terseok-seok tetapi super saviour penyelamat La-Pulga berhasil mencetak hattrick di partai puncak melawan Ekuador yang berakhir dengan skor 3-1 dan mengantarkan Argentina melenggang ke Rusia. Ini akan menjadi pembuktian La-Pulga bahwa dia pemain serbabisa dan layak disebut sebagai pemain terbaik seluruh generasi. 

    Apakah Jerman bisa mematahkan mitos jawara bertahan yang terpuruk di ajang berikutnya, secara persiapan karena dihapusnya peraturan itu, Der-Panzer memiliki pasukan komposisi pemain yang luar biasa ada yang masih belia dan butuh jam terbang ada juga yang sudah berpengalaman namun tampaknya Der-Panzer harus melewati tantangan babak penyisihan grup melewati Swedia yang mampu menundukkan Italia di babak play-off ada juga Meksiko yang selalu menjadi peserta rajin 16 besar serta Korsel negara raksasa di Asia dan tampaknya siap mengulangi glori 2002. (*)

    Sumber: https://www.kompasiana.com


    Penulis | Admin