• Ali Mazi Audiensi Bersama Pemerintah Kecamatan se-Sultra

image_title
Ket: Gubernur Sultra, Ali Mazi Foto: JGS/Frans Patadungan
  • Share

    BUMISULTRA

    Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., memberikan sambutan pada acara aqudiensi Bersama Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Sulawesi Tenggara Tahun 2023, di Kendari 27 April 2023.

    Hadir antara lain; Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara; Para Bupati dan Walikota se-Sulawesi Tenggara; Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.; Para Asisten, Kepala OPD dan Kepala Biro Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara; Para Pejabat Eselon II Kabupaten se-Sulawesi Tenggara dan Para Camat, Lurah dan Kepala Desa se- Sulawesi Tenggara.

    “Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan koordinasi dan sinergisitas antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa untuk memadukan langkah dan strategi dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik guna memberikan pelayanan publik yang optimal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Ali Mazi.

    Ali Mazi menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki luas wilayah 148.140 Km2 dimana 35 persen daratan dan 65 persen kepulauan, dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa. Tersebar di 17 kabupaten/kota, 220 kecamatan, 378 kelurahan dan 1.908 desa.

    Kita patut berbangga diri, selama masa pemerintahan Gubernur Ali Mazi, Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil meningkatkan peringkat Indeks Desa Membangun (IDM) yang pada tahun 2018 Provinsi Sulawesi Tenggara yang masuk dalam kategori Desa Tertinggal, menjadi kategori Desa Berkembang pada tahun 2022.

    Keberhasilan ini di dilihat dari bmenurunnya jumlah gdcesa sangat tertinggal dan tertinggal, dari 1.541 desa tahun 2018 menjadi 7 Desa Sangat Tertinggal pada tahun 2022. Meningkatnya jumlah dcgesa berkembang dan maju, dari 363 desa tahun 2018 menjadi 1.597 desa tahun 2022;

    Terwujudkan Desa Mandiri, dari tidak ada pada tahun 2018 menjadi 4 dcgesa mandiri pada tahun 2022 yaitu: Desa Lasalimu, Kec. Lasalimu Selatan, Kab. Buton; Desa Walando, Kec. Gu, Kab. Buton Tengah; Desa Tamboli, Kec. Samaturu, Kabupaten Kolaka; Dan Desa Iwoimenda, Kec. Iwoimenda, Kabupaten Kolaka.

    “Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk semua stakeholder terkhusus para camat, lurah dan kepala desa yang telah berkerjasama dalam membangun wilayahnya masing-masing dan saya berharap kedepan tidak ada lagi desa yang berstatus tertinggal apalagi berstatus sangat tertinggal di Provinsi Sulawesi Tenggara,” ucap Ali Mazi.

    Tahun 2023 ini merupakan tahun kesembilan implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pembangunan desa bertumpu pada empat aspek utama yaitu: Peningkatan kualitas hidup; peningkatan kesejahteraan; penganggulangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan publik;

    Selaras dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintahan Ali Mazi-Lukman Abunawas Periode 2018 – 2023, memiliki salah satu misi mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik menuju “Good Village Governance” dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, menurunkan kemiskinan dan pelayanan publik yang prima.

    ‘’Sebagi wujud dari peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam melakukan pembinaan dan fasilitasi terhadap pelaksanaan pemerintahan di daerah, Gubernur Ali Mazi perlu menegaskan kembali,’’ ujar gubernur.

    Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat diperlukan aparatur yang profesionalisme, inovatif dan kreatif karena aparatur merupakan ujung tombak atau barisan terdepan dalam melaksanakan pelayanan publik.

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan pemerintah kabupaten/kota selalu bersinergi untuk melakukan peningkatan atau upgrading kompetensi dan integritas aparatur penyelenggara pemerintah baik di kecamatan, kelurahan maupun desa.

    Untuk tahun 2023 ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersinergi dalam penguatan Pemerintahan Desa dengan program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). Jadi yang akan ada dilatih seluruh kepala desa,perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan yang ada di desa, program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan dan sistem akuntabilitas yang akan mengarah pada peningkatan kualitas belanja di tingkat desa, sehingga belanja desa sesuai kebutuhan yang berkontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.

    Pemerintah Kecamatan agar terus melakukan koordinasi dengan OPD di daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat baik di desa ataupun kelurahan sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

    Pemerintah Desa harus selalu melakukan komunikasi, koordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah kabupaten, DPRD kabupaten serta dengan stakeholder lainnya seperti dunia usaha untuk memperoleh dukungan baik materiil maupun non materiil yang diperlukan untuk pembangunan di desa.

    Pemerintah Desa memiliki posisi yang sangat strategis dan penting dalam pembangunan, serta kewenangan yang sangat besar dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan desa. Oleh karena itu fungsi-fungsi dalam Pemerintahan Desa perlu untuk dimaksimalkan agar bisa sejalan dengan tujuan Undang-Undang Nomor 6 tentang Desa Tahun 2014.

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus berupaya mendorong ekonomi desa, desa diharapkan memiliki suatu badan usaha, salah satunya adalah BUMDes dan BUMDes bersama yang dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa).

    Perlu adanya penguatan peran dan fungsi lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan ( RT/RW, PKK, karang taruna, posyandu, LPM) dan lembaga adat desa sebagai mitra pemerintah desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi kepada kepala desa, lurah, BPD, aparat desa/kelurahan dan lembaga-lembaga di desa/kelurahan yang telah melakukan dan memberikan hasil terbaik/berprestasi dalam membangun desa/kelurahan seperti memberikan reward baik hadiah atau pendanaan program-program inovatif.

     “Saya sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Forkopimda, Bupati, Walikota, Camat, Lurah dan Kepala Desa yang telah membantu dan bersinergi dalam membangun Provinsi Sulawesi Tenggara dalam masa kepemimpinan saya, semoga kedepannya kita dapat terus bekerjasama dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat,” ujar Gubernur Ali Mazi mengakhiri sambutannya. (*)

    Sumber : Ilham Q. Moehiddin/Juru Bicara Gubernur Sultra

     

     

     

     


    Penulis | Redaksi